SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Aparat TNI diterjunkan untuk mengurai kemacetan di jalan utama Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Bantuan personel dari TNI menjadi salah satu upaya mengurai kemacetan menuju pelabuhan Ketapang.
Aparat TNI dari berbagai unsur akan turun selama sepekan, terhitung sejak Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Gapasdap : Macet Ketapang-Gilimanuk Bisa Jadi Bom Waktu Jika Tak Ada Solusi Jangka Panjang
Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya mengatakan, prajurit dari angkatan darat dan laut diterjunkan untuk membantu mengurai kemacetan di jalur menuju Selat Bali.
"Untuk kekuatan personel, dari TNI Angkatan Darat ada 75 orang.
Dari jumlah tersebut, 65 orang merupakan tambahan dari Batalyon Armed 8," kata Triyadi, Kamis (2/4/2026).
Batalyon Armed 8/Uddhata Yudha merupakan satuan bantuan tempur (Satbanpur) di bawah komando Kodam V/Brawijaya yang bermarkas Kabupaten Jember.
Jumlah tersebut belum termasuk perbantuan prajurit dari TNI Angkatan Laut (AL).
Baca juga: Suara Keluhan Rakyat Ketika Macet di Pelabuhan Ketapang Belum Terurai saat Posko Lebaran Sudah Tutup
Triyadi mengatakan, telah memantau langsung kondisi kemacetan di jalur tersebut.
Kemacetan telah berlangsung selama sekitar 6 hari.
"Kalau dilihat dari beberapa hari terakhir, kendaraan kecil dan bus sebenarnya masih dalam kondisi normal. Lonjakan terjadi saat pembatasan truk besar dibuka, sehingga volume kendaraan meningkat sangat signifikan," tambah dia.
Panjang ekor kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai 15 kilometer (km).
Pada Selasa siang, ekor kemacetan sedikit menyusut menjadi sekitar 11 km.
"Artinya sudah terurai sekitar 4 km," ujar dia.
Baca juga: Macet Parah Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Ekor Kendaraan Sentuh 15 Kilometer
Dandim mengatakan, libur panjang pada akhir pekan ini menjadi satu perhatian khusus.
Libur tiga hari sejak Jumat hingga Minggu memungkinkan jumlah kendaraan kecil meningkat.
"Biasanya saat long weekend, kendaraan kecil dan bus akan kembali meningkat. Ini yang menjadi perhatian kami," tutur dia.
Upaya yang dilakukan oleh aparat di lokasi, yakni membantu kelancaran dan menjaga keamanan.
"Kami juga memberikan bantuan kepada para pengemudi berupa air minum dan makanan, agar tetap sehat dan tidak dehidrasi, terutama karena cuaca cukup panas di siang hari," ujar dia.
Fokus lainnya, anggota di lapangan berjaga di titik-titik kemacetan.
Tujuannya untuk mengatisipasi adanya kendaraan yang menyerobot antrean alias ngeblong. Kendaraan ngeblong menyebabkan kemacetan di pelabuhan makin parah. (fla)