LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Polres Lingga melalui Polsek Dabo Singkep masih mendalami penyebab terbakarnya gudang rumah warga di Bukit Abun, Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (2/4/2026).
Peristiwa terbakarnya gudang rongsokan milik Johari AL Jom (54) tersebut terjadi sekira pukul 05.40 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui saat seorang warga melihat kobaran api yang berasal dari bangunan gudang yang difungsikan sebagai tempat penumpukan barang bekas.
Api dengan cepat membesar dan merambat hingga berdampak pada sebagian dinding dan atap salah satu rumah warga di dekatnya.
Polsek Dabo Singkep bergerak cepat melakukan tindakan kepolisian, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan upaya pemadaman.
Setelah dilakukan upaya pemadaman intensif yang didukung oleh Tim Damkar dan BPBD Lingga, api akhirnya berhasil dikendalikan sekira pukul 08.00 WIB.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, melalui Kapolsek Dabo, AKP Zainur, menjelaskan dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terbakarnya gudang penyimpanan ini," ungkap AKP Zainur.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam menyimpan barang-barang yang mudah terbakar.
Lebih lanjut, Kapolsek Dabo Singkep itu juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pencegahan kebakaran.
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi, meminta keterangan saksi, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab kebakaran.
Pemilik rumah, Johari AL Jom, mengatakan dirinya terkejut saat mengetahui api sudah dalam kondisi membesar saat ia keluar.
"Saya keluar tiba-tiba api sudah membesar," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Gudang yang terbakar berada tepat di bagian belakang rumahnya dan berdempetan dengan bangunan indekos miliknya.
Ia memastikan tidak ada instalasi listrik maupun peralatan memasak di dalam gudang tersebut.
"Di dalam gudang tidak ada listrik, tidak ada kompor atau apa pun. Hanya berisi barang-barang perabotan saja," ujarnya.
(Tribunbatam.id/Febriyuanda)