Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dua mahasiswi Universitas Lampung yang menjadi korban musibah di Taman Wisata Wira Garden akhirnya ditemukan. Manajemen berjanji melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Pihak manajemen Wira Garden melalui Dedi Haryanto menyatakan rasa syukur atas ditemukannya kedua korban, seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang.
“Alhamdulillah, kedua korban musibah telah berhasil ditemukan pada siang hari ini. Kami selaku pengelola Taman Wisata Wira Garden menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Dedi dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Kedua korban diketahui bernama Bunga (22), warga Metro, dan Fatmawati (22), warga Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Keduanya sebelumnya dilaporkan terseret arus saat berekreasi di sungai Batu Putu pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.05 WIB.
Baca juga: Komunikasi Terakhir Fatmawati, Mahasiswi Unila Korban Tenggelam di Wira Garden
Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi pada Kamis (2/4/2026).
Dedi mengatakan, sejak awal musibah terjadi, pihaknya telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pihak berwenang serta mendukung penuh proses pencarian oleh tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri.
“Pengelola turut membantu penyediaan fasilitas pendukung bagi tim pencarian serta memfasilitasi penginapan dan kebutuhan keluarga korban yang berasal dari luar kota hingga proses selesai,” katanya.
Dedi menegaskan bahwa keselamatan pengunjung selalu menjadi prioritas utama pengelola.
“Kami selalu mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengunjung melalui berbagai langkah pengamanan, baik pasif maupun aktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak berdiri pada awal 2000-an, Taman Wisata Wira Garden konsisten menjaga standar pengelolaan dan keselamatan guna mencegah kejadian serupa.
Selain itu, manajemen juga menekankan pemberdayaan masyarakat sekitar agar keberadaan objek wisata tersebut memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan kesejahteraan warga.
Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh disertai langkah pencegahan dan perbaikan secara ketat.
“Keselamatan pengunjung akan selalu menjadi prioritas utama kami,” tegas Dedi.
Manajemen juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, termasuk tim Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)