Misteri Susu Gratis MBG di Rak Minimarket, BGN: Mungkin Ada Produsen yang Berusaha Supaya Laku
Sinta Darmastri April 02, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Dunia maya sempat dihebohkan dengan kemunculan produk susu kemasan yang membawa label program pemerintah, namun justru terpampang nyata di rak penjualan minimarket. Susu Ultra High Temperature (UHT) tersebut memiliki label bertuliskan "SUSU SEKOLAH. SUSU GRATIS PROGRAM MBG. TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN", sebuah kontradiksi yang memancing tanda tanya publik.

Menanggapi kegaduhan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas. Mereka menyatakan tidak pernah memproduksi susu secara mandiri maupun menjalin kontrak eksklusif dengan produsen manapun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN: Kami Membeli di Harga Pasar

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa operasional program MBG dilakukan secara terdesentralisasi melalui dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Alih-alih mendapatkan pasokan terpusat dari pabrik tertentu, setiap dapur membeli kebutuhan susu langsung dari pasar.

“BGN tidak pernah membuat kontrak dan berkomitmen dengan produsen manapun,” tegas Dadan saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan bahwa skema pengadaan susu mengikuti dinamika pasar yang berlaku. “Jadi kami susu berbasis SPPG dibeli berbasis harga pasar yang ada,” lanjutnya.

Mengenai label khusus yang tertera pada produk yang beredar di swalayan tersebut, Dadan menduga ada motif pemasaran di baliknya agar produk lebih cepat terserap konsumen. “Saya kira itu mungkin ada produsen yang berusaha supaya laku nah kemudian dijual di pasaran, bisa seperti itu,” tuturnya.

Baca juga: Mobil MBG Disalahgunakan buat Jemput Tamu dan Piknik di Lombok, SPPG: Ditelusuri dan Diidentifikasi

Bantahan Keras Terkait Produksi Mandiri

Senada dengan Dadan, Nanik S. Deyang selaku Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, memastikan bahwa pihaknya tidak memiliki lini produksi susu kemasan.

“Enggak, enggak pernah ada. Itu yang bikin siapa, MBG, BGN enggak bikin susu, ya. BGN enggak bikin susu,” ujar Nanik dengan nada tegas untuk menepis isu keterlibatan langsung institusinya dalam rantai produksi susu tersebut.

Sebagai informasi, produk yang sempat viral di media sosial itu dijual seharga Rp4.000 untuk ukuran 125 mililiter. Pada label kemasannya, tercantum nama PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. Tbk sebagai produsennya.

Baca juga: Respons Kepala BGN Dadan Hindayana Soal Susu MBG Dijual di Minimarket: Kami Tidak Pernah Kerja Sama

Respons Produsen dan Sanksi bagi Pemasok

Menanggapi temuan ini, pihak PT Ultrajaya langsung bergerak cepat. Corporate Secretary PT Ultrajaya, Helina Widayani, menyatakan bahwa timnya telah turun ke lapangan untuk menelusuri bagaimana produk khusus tersebut bisa nyasar ke pasar retail.

Hasilnya, produk tersebut kini telah ditarik sepenuhnya dari peredaran. Helina menjelaskan bahwa distribusi seharusnya dilakukan oleh pemasok yang memang bekerja sama langsung dengan dapur program, bukan untuk dijual umum.

“Pemasok bertanggung jawab terhadap dapur atau ada kontrak dengan dapur,” jelas Helina.

Buntut dari kejadian ini, PT Ultrajaya mengambil tindakan tegas dengan memutus rantai pasokan kepada distributor nakal tersebut. Ke depannya, pemasok yang terbukti melanggar komitmen tidak akan lagi mendapatkan jatah distribusi susu untuk program sekolah.

“Pihak pemasok yang menjual susu sekolah ke outlet tersebut sudah kami stop pengirimannya dan tidak akan diberikan pasokan susu sekolah di masa mendatang,” tutup Helina.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.