AS Kian Getol Mengebom: Komandan Unit Fatehin IRGC Iran Tewas, Mantan Menlu Luka-luka
Hasiolan Eko P Gultom April 02, 2026 10:34 PM

AS Kian Getol Mengebom, Komandan Unit Fatehin IRGC Iran Tewas, Mantan Menlu Luka-luka

Kabar itu disiarkan saat Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan serangan udara yang menargetkan sejumlah petinggi militer dan pemerintahan Iran sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.

Baca juga: VIDEO Pangkalan Amerika di Yordania Dihantam Rudal Iran: Tujuh Pangkalan AS di Teluk Hujan Rudal

Serangan udara dilaporkan juga menyasar mantan menteri luar negeri Iran, Kamal Kharazi.

Dia dilaporkan terluka dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal.

Namun, belum jelas apakah serangan udara itu ditujukan untuk mengenai mantan menteri Iran tersebut atau lokasi lain di dekatnya.
 
Hal yang perlu diperhatikan, Kharazi, 81 tahun, membantu memfasilitasi potensi pertemuan antara Wakil Presiden AS, JD Vance dan pihak berwenang Iran, seperti yang dilaporkan oleh New York Times.

Kharazi pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dalam pemerintahan Presiden reformis Iran, Mohammad Khatami.

Ia juga merupakan penasihat urusan luar negeri bagi mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan AS dan Iran.

Pada tahun 2022, saat berbicara kepada sebuah media, Kharazi mengatakan bahwa Teheran memiliki "sarana teknis untuk memproduksi bom nuklir, tetapi belum ada keputusan dari Iran untuk membangunnya," yang menyebabkan dunia mempertanyakan motif Iran.

Saat perang Iran pecah pada 28 Februari, Kharazi dalam sebuah wawancara dengan CNN mengatakan, “Saya tidak melihat ruang lagi untuk diplomasi. Karena Donald Trump telah menipu orang lain dan tidak menepati janjinya, dan kami mengalami ini dalam dua kali negosiasi — bahwa saat kami terlibat dalam negosiasi, mereka menyerang kami.”

Militer AS Tingkatkan Serangan ke Iran

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (1 April 2026) mengatakan militer AS akan meningkatkan serangan terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Trump mengulangi pernyataannya untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Ia merinci kampanye militer Amerika Serikat yang sedang berlangsung terhadap Iran dan membela Operasi Epic Fury.

Trump sekali lagi mengatakan bahwa perubahan rezim bukanlah agenda dan tujuan utamanya adalah: menghancurkan pabrik senjata, menghancurkan angkatan laut dan angkatan udara mereka, dan mengakhiri semua kemungkinan bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.