SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Ketokohan Rendra Kresna, mantan Bupati Malang dua periode, tetap terjaga.
Meski sudah hampir delapan tahun 'turun' panggung sebagai politisi, Rendra tetap memiliki magnet yang belum tertandingi bagi para tokoh di Malang Raya.
Hal itu terlihat saat mantan Ketua DPW Nasdem Jawa Timur (Jatim) ini menggelar acara ulang tahun ke-64 di Warung Tani, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang milik Fandre, pada Kamis (2/4/2026) petang.
Acara tersebut dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis, ormas, LSM, hingga politisi.
Baca juga: Hemat Energi Gak Cukup dengan WFH, Pemkab Ponorogo Pangkas Jatah BBM hingga Potong Pagu Listrik
Tampak hadir mantan anggota dewan seperti Choirul Anam dan Arif; mantan Ketua DPRD Kota Malang, Didik Gatot Subroto; hingga mantan Sekda Kabupaten Malang.
Tak ketinggalan sejumlah tokoh masyarakat, kiai, mantan anggota DPR RI, serta anggota DPRD Kabupaten Malang seperti Amarta Fasa dan Agung Dwi Susanto.
Di antara para undangan, kehadiran Wali Kota Malang M Wahyu Hidayat dan mantan Wali Kota Malang Abah Anton menjadi perhatian utama.
Momen ini menjadi semacam reuni bagi keduanya yang pernah menjadi lawan tanding di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 2024 lalu, yang dimenangkan oleh pasangan Wahyu-Ali Mutohirin.
Baca juga: Bantah Isu Iuran Rp17 Triliun, KSP Tegaskan Indonesia Masuk BoP Demi Perjuangkan Palestina
"Pak Rendra itu mentor kami di politik. Bahkan, saat saya jadi Camat Tajinan dulu, yang minta saya kembali ke dinas ya Pak Rendra (saat jadi bupati)," ungkap Wahyu dengan gestur sopan saat memberikan sambutan di depan Rendra Kresna.
Wahyu juga mengaku sering berkonsultasi dengan Rendra saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota.
"Maaf Abah Anton, saya buka saja, kalau saat Pilkada dulu, konsultasi saya ya sama beliaunya (Rendra)," tutur Wahyu yang merupakan mantan Sekda Kabupaten Malang tersebut.
Abah Anton turut memberikan sambutan yang membuat suasana perayaan ulang tahun suami Jajuk Rendra Kresna itu kian gayeng.
"Saya kaget, ternyata saya berhadapan dengan orang-orangnya Pak Wahyu semua ini. Tapi, saya nggak takut, jika ada apa-apa dengan saya, saya ngomong ke suhunya, pasti tak ada yang berani," kelakar Abah Anton sambil melirik Rendra Kresna.
Abah Anton juga blak-blakan mengenai dinamika Pilkada 2024, di mana ia merasa manuver politiknya tidak berjalan maksimal saat itu.
Baca juga: Respons Dony Tri Pamungkas saat Banjir Pujian Seusai Membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Namun, Anton menegaskan sudah melupakan hal tersebut dan tidak menaruh sakit hati kepada Wahyu Hidayat.
"Itu sudah kita lupakan, saat ini kita jadi sahabat. Kami siap bantu Pak Wahyu karena kami sama-sama lulusan ITN Malang, dengan ilmu yang mirip. Yakni, Pak Wahyu lulusan Planologi, saya lulusan arsitek," ujar Abah Anton yang disambut tepuk tangan hadirin.
Acara berlangsung cair karena para tokoh dan aktivis diberi kesempatan mengenang kiprah Rendra Kresna sejak di Golkar, Nasdem, hingga menjadi Bupati Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin, juga turut memberikan pujian.
"Meski saya orang baru di Kota Malang, namun saat Pilkada kemarin, saya juga berguru padanya. Pak Rendra, saya ini ketua PSI Kabupaten Malang, saya mohon berkahnya agar bisa sukses memimpin partai (PSI)," ujar Ali.
Baca juga: Pemprov Jatim Jamin Tak Ada Pemberhentian PPPK, Belanja Pegawai Masih Aman di Bawah 30 Persen
Rendra Kresna mengaku kagum atas sambutan hangat serta kehadiran para sahabatnya yang terjalin dengan penuh ketulusan.
Saking gayengnya, acara yang dimulai pukul 11.00 WIB itu terus berlanjut hingga menjelang Magrib.
"Sepertinya masih kurang lama ya acaranya. Saya berterima kasih pada semuanya, nggak menyangka teman dan sahabat lama saya hadir semua," tutup Rendra.