Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Tradisi Cium Patung Tuan Ma atau Patung Bunda Maria diikuti oleh ribuan peziarah Katolik di Kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Hari Suci Paskah, Kamis 2 April 2026.
Terlihat ribuan peziarah Katolik secara khusyuk mencium patung Tuan Ma (Bunda Maria) di Larantuka, Flores Timur, NTT.
Tradisi ini merupakan bagian dari tradisi sakral dalam rangkaian perayaan Tri Hari Suci Paskah (Semana Santa).
Ritual ini menandai puncak devosi lima abad, di mana umat berdoa, berlutut, dan mencium kaki patung tersebut.
Baca juga: Ketua MUI Flores Timur Bakir Doni Pulo Serukan Jaga Toleransi dan Keamanan Selama Semana Santa 2026
Rangkaian acara juga melibatkan ritual memandikan patung Tuan Ma menggunakan air sakral dari sumur khusus sebelum peziarah diperbolehkan melakukan cium patung.
Devosi cium Tuan Ma atau patung Bunda Maria telah dimulai pada Kamis 2 April 2026, sejak pintu Kapela Tuan Ma dibuka Keturunan Raja Larantuka ke-22, Don Andreas Martinus DVG.
Usai pintu Kepala Tuan Ma dibuka, Kesempatan pertama diberikan kepada keturunan raja untuk mencium patung Tuan Ma, Selanjutnya diberikan kesempatan untuk peziarah.
Sesampainya di dalam, peziarah mencium Tuan Ma. Tuan Ma adalah sebutan bagi patung Bunda Maria yang ditemukan sekitar 5 abad lalu di Pantai Larantuka, Flores Timur.
Anak kecil hingga orang tua ikut mencium patung Tuan Ma di sana. Meski disengat matahari yang kian panas, para peziarah tetap bertahan dan mengantri di bawah terik demi memberikan penghormatan dan penyerahan diri kepada Bunda Maria (Tuan Ma), pelindung Kota Larantuka.
Baca juga: Ribuan Peziarah Semana Santa Larantuka Berangkat dari Pelabuhan Bolok
Paskalis, Salah satu Peziarah dari Kabupaten Nagekeo mengatakan, tujuan mengikuti rangkaian prosesi Semana Santa ini untuk memohon berkat, kesembuhan, serta mengikuti rangkaian prosesi Jumat Agung yang merupakan tradisi yang dijaga selama lebih dari 5 abad. (awk)