Tangis Dokter Kamelia saat Ammar Zoni Bacakan Pleidoi Singgung Irish Bella & Anak-anak, Akui Terharu
Kharisma Tri Saputra April 03, 2026 11:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dokter Kamelia tak kuasa menangis saat mendengar isi pleidoi Ammar Zoni di sidang lanjutan kasus peredaran narkoba di Rutan Salemba, Kamis (2/4/2026) kemarin.

Adapun dalam nota pembelaan atau pleidoinya, Ammar Zoni menyesalkan mantan istrinya, Irish Bella meminta untuk diceraikan di saat-saat terendah dalam hidupnya setelah kembali tertangkap karena narkoba untuk ketiga kalinya. 

Tak hanya itu, Ammar Zoni makin terpuruk tatkala Irish Bella izin untuk menikah kembali dengan pria pilihannya, Haldy Sabri di saat belum genap 100 hari dirinya ditahan.

SIDANG AMMAR ZONI - Ammar Zoni usai sidang pembacaan pleidoi. Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak hening saat terdakwa kasus narkoba, Ammar Zoni, tak kuasa menahan tangisnya, Kamis (2/4/2026). Suara Ammar Zoni bergetar saat ia membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadinya di hadapan Majelis Hakim.
SIDANG AMMAR ZONI - Ammar Zoni usai sidang pembacaan pleidoi. Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak hening saat terdakwa kasus narkoba, Ammar Zoni, tak kuasa menahan tangisnya, Kamis (2/4/2026). Suara Ammar Zoni bergetar saat ia membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadinya di hadapan Majelis Hakim. (Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)

Hidup Ammar Zoni seolah-olah runtuh di titik terbawah, saat mendengar kabar ayahnya, Suhendri Zoni berpulang karena kanker hati stadium akhir.

Mendengar itu, Kamelia yang hadir dalam balutan blazer bernuansa baby pink juga tak kuasa menahan tangisnya.

Baca juga: Tangis Ammar Zoni di Depan Hakim: Sesali Dicerai Irish Bella saat Rehab Hingga Sang Ayah Wafat

Ia nampak sesekali menyeka air matanya dengan selembar tisu yang ia genggam.

Sementara, ditanya mengenai alasannya menangis, Kamelia mewajarkannya.

Apalagi, tak hanya dirinya yang menangis di momen mengharukan itu.

"Ya cuma terharu aja, semua orang kan juga pada terharu. Enggak cuma aku doang kan," beber Kamelia, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut, perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi itu enggan berkomentar terkait pleidoi Ammar.

"Enggak, enggak. Supaya tenang aja enggak mau ada rusuh lagi. Supaya tenang Ammarnya juga terjaga mentalnya," ungkapnya, kala disinggung alasan tak mau memberikan pernyataan.

Menjawab singkat, ibu satu anak itu kembali menegaskan perasaannya mendengar pleidoi Ammar.

"Ya terharulah. Udah gitu aja," tutup Kamelia.

 

Aditya Zoni Kecewa dengan Isi Pleidoi Ammar

Sementara, sikap lain justru ditunjukkan adik Ammar, Aditya Zoni.

Aditya mengurai kekecewaannya mendengar isi nota pembelaan sang kakak.

Ia menilai, pembelaan seharusnya fokus pada perkara hukum yang sedang dihadapi, tanpa perlu menyeret hal-hal pribadi di masa lalu.

Ia mengaku, tidak sepakat dengan langkah Ammar yang menyinggung hal tersebut.

“Itu saya enggak setuju sih sebetulnya,” ujar Aditya Zoni, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Kamis (2/4/2026). 

Menurutnya, pembelaan mestinya cukup disampaikan secara lugas tanpa melebar ke ranah lain.

“Kayak maksudnya apa ya gimana ngomongnya ya? Maksudnya kita cukup dengan pembelaan kita aja gitu kan,” lanjutnya.

Aditya juga menegaskan bahwa persoalan masa lalu, terutama yang berkaitan dengan hubungan pribadi, seharusnya tidak diangkat dalam sidang.

“Soal masa lalu jangan enggak usah dibawa-bawa seharusnya menurut aku,” tuturnya.

Meski demikian, Aditya tetap menghormati keputusan sang kakak dalam menyampaikan pleidoi tersebut.

Ia memahami bahwa setiap orang memiliki cara pandang masing-masing dalam menghadapi situasi sulit.

Cuman mungkin Bang Amar punya pendapat yang lain ya silakan aja enggak masalah juga,” ucapnya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi untuk menentukan arah pembelaan tersebut.

“Kan bukan aku juga yang melakukan pembelaan,” kata Aditya.

Isi Pelidoi Ammar Zoni

Sebelumnya, Ammar Zoni mengungkapkan penyesalannya saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kasus dugaan peredaran narkoba di dalam rutan, Kamis (2/4/2026).

Ammar Zoni tak kuasa menahan emosinya saat menceritakan momen terberat dalam hidupnya, yakni saat ia harus menghadapi gugatan cerai dari istrinya, Irish Bella.

Momen itu terjadi justru ketika ia sedang berjuang melawan kecanduan narkoba di panti rehabilitasi akibat kasus keduanya.

Dengan suara bergetar, Ammar Zoni mengenang kembali saat-saat ia menerima kabar yang tak pernah ia duga sebelumnya.

"Sungguh menyakitkan bukan karena rehabnya, melainkan kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya," kata Ammar di ruang sidang, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Kabar tersebut adalah keinginan Irish Bella untuk mengakhiri rumah tangga mereka.

"Yaitu keinginannya untuk bercerai, meminta saya untuk berikan talak kepadanya," lanjutnya.

Ammar mengaku sangat menentang perceraian tersebut. 

Baginya, keputusan itu bertentangan dengan nilai-nilai keluarga yang ia pegang teguh, mencontoh kesetiaan almarhum ayahnya kepada ibunya hingga akhir hayat.

"Ya tentu saja saya menolak. Untuk saya yang dibesarkan oleh keluarga yang tidak ada kata bercerai," jelasnya.

Ia mencoba segala cara untuk mempertahankan rumah tangganya, mulai dari memohon, meratap, hingga menangis meminta kesempatan. Namun, keputusannya sudah bulat.

Momen itu membuatnya merasa diasingkan dan dibuang justru di saat ia paling membutuhkan dukungan. 

Ammar memposisikan dirinya sebagai orang yang sedang 'sakit' karena kecanduan, yang seharusnya dirawat, bukan ditinggalkan.

"Kecanduan adalah penyakit otak kronis yang sulit disembuhkan. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang?" ungkapnya.

"Di saat hanya dialah satu-satunya sebagai rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya," beber Ammar Zoni.

Ammar merasa dirinya ibarat orang sakit yang butuh dirawat, namun justru ditinggalkan saat paling membutuhkan dukungan.

"Kecanduan adalah penyakit otak kronis. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang? Di saat hanya dialah satu-satunya rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya," kata Ammar.

Kesedihan Ammar semakin berlipat saat mengenang kepergian sang ayah, Suhendri Zoni, ketika ia masih berada di balik jeruji besi pada kasus sebelumnya.

Ia menyebut ketidakmampuannya mendampingi sang ayah di saat terakhir sebagai dosa besar.

Momen paling menyayat hati adalah ketika ia diizinkan melihat jenazah ayahnya dalam kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan.

Perasaan bersalah inilah yang diakuinya menjadi pemicu depresi berat hingga ia kembali jatuh ke lubang yang sama untuk ketiga dan keempat kalinya.

Puncak emosi Ammar meledak saat ia menyampaikan pesan langsung kepada kedua buah hatinya, Air Rumi Akbar dan Amala Puti Sabai Akbar.

Ia meratapi banyaknya waktu berharga yang terbuang sia-sia di balik jeruji besi, waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melihat mereka tumbuh besar.

"Saya minta maaf kepada anak-anak saya, Air dan Amala, maafkan Daddy ya," ucap Ammar terbata.

Ia membayangkan momen-momen sederhana sebagai ayah yang kini mustahil ia lakukan.

"Seharusnya Daddy ada melihat kalian tumbuh, mengajari kalian, membacakan cerita sebelum kalian tidur, mengantarkan kalian ke sekolah. Maafkan Daddy."

Di hadapan Majelis Hakim, Ammar menyampaikan janjinya sebagai seorang ayah.

"Daddy janji ini yang terakhir, benar-benar terakhir. Daddy janji besok lusa Daddy akan tebus semua waktu yang pernah hilang," tegasnya.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.