SURYA.CO.ID, JOMBANG - Sejumlah fakta terungkap dari kecelakaan bus Restu di ruas Tol Jombang-Mojokerto, tepatnya di KM 687 wilayah Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kecelakaan ini mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia dan 15 lainnya luka-luka.
Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Jombang.
Perwakilan Corporate Communications ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, Dela Rosita menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar meski sempat terkendala posisi kendaraan yang melintang di badan jalan.
Berikut fakta-faktanya:
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di KM 689+500 jalur A arah Surabaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Bus Restu yang mengangkut sekitar 34 hingga 35 penumpang dilaporkan kehilangan kendali sebelum akhirnya terperosok ke median jalan.
Akibatnya, badan bus melintang dan sebagian masuk ke jalur B, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas dari dua arah.
Petugas pun segera mengamankan dan memasang rambu peringatan serta mengatur arus kendaraan guna mencegah kecelakaan lanjutan.
Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas tol, dan layanan darurat dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta menyingkirkan kendaraan dari badan jalan.
Meski penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, keterangan awal dari kondektur menyebutkan bus melaju di jalur A sebelum tiba-tiba kehilangan kendali dan masuk ke median.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kesalahan manusia, kondisi kendaraan, maupun faktor jalan.
"Pengelola tol memastikan prosedur keselamatan telah dijalankan selama proses penanganan, termasuk pengamanan area dan pengalihan arus sementara," ungkap Dela Rosita.
Dela Rosita memastikan kecelakaan ini tunggal, hanya melibatkan satu kendaraan yakni Bus Restu.
Dari data yang diterima, posisi kendaraan sempat melintang setelah bagian depan bus masuk ke median dari jalur A hingga sebagian badan kendaraan mengarah ke jalur B.
Kondisi tersebut sempat memengaruhi arus lalu lintas di kedua jalur.
Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi dengan memasang rambu-rambu pengamanan di jalur A maupun jalur B guna mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lanjutan.
"Cuaca saat kejadian dilaporkan dalam kondisi berawan," katanya.
Suasana mencekam masih teringat jelas di benak Michel Gilbert, penumpang bus Restu yang mengalami kecelakaan di ruas Tol Jombang-Mojokerto, Kamis (2/4/2026).
Pria asal Surabaya itu menjadi salah satu korban yang selamat dari insiden tergulingnya bus di KM 687, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Dengan wajah masih menyisakan luka, Michel menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Saat itu, bus yang ia tumpangi melaju dengan kondisi penumpang penuh.
"Awalnya bus terasa oleng. Saya sempat berpikir mungkin sopir menghindari sesuatu. Tapi tiba-tiba langsung terguling," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com saat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang.
Menurutnya, kejadian berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan detik, kepanikan melanda seluruh penumpang saat badan bus terbalik.
Beberapa penumpang berteriak, sementara yang lain berusaha menyelamatkan diri di tengah kondisi gelap dan sempit di dalam kabin.
"Terguling itu seperti menghindari sesuatu, jadi langsung terbalik gitu," katanya.
Michel mengaku tidak sempat menyelamatkan barang bawaannya. Fokusnya saat itu hanya keluar dari bus dan memastikan dirinya selamat.
Ia mengalami luka di bagian wajah dan sempat kesulitan berjalan saat dievakuasi petugas ambulance setibanya di RSUD Jombang.
"Saya dibantu petugas waktu turun dari ambulance," katanya.
Bus tersebut diketahui tengah melayani perjalanan dengan rute menuju Surabaya dan Madiun. Michel sendiri merupakan salah satu penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke dua kota tersebut.
Tadi kecelakaannya kurang lebih sekitar jam 18.00 WIB mau ke 18.30 WIB. Kecelakaan tunggal," ungkapnya.
Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal terkait penyebab kecelakaan.
Kanit PJR Unit 3 Polda Jawa Timur, AKP Sudirman, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat bus melaju menuju arah Surabaya namun mengalami kendala teknis pada bagian roda.
“Bus melaju dari Madiun ke Surabaya. Saat tiba di lokasi kejadian, diduga mengalami pecah ban sehingga oleng ke kanan dan masuk ke median jalan,” ujar Sudirman, Jumat (3/4/2026) pagi.
Setelah kehilangan kendali, bus terperosok ke median jalan hingga terguling dalam posisi melintang di badan jalan. (kompas.com)