Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Belasan pelari atau runners dari berbagai komunitas tiba-tiba mendatangi kantor Pusdikzi Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (3/4/2026) pagi.
Mereka semua diduga menjadi korban penipuan event lari Sunda Land Run.
Salah satu runners yang mendatangi Pusdikzi ini adalah Delil (50).
Dia bukan berasal dari Kota Bogor melainkan dari Kota Bekasi.
Ia sengaja datang ke Pusdikzi sebab akan mengambil race pack.
Namun, saat tiba ke Pusdikzi, ia harus menelan pil pahit sebab dirinya menjadi korban penipuan.
Ia pun sudah bersemangat mengikuti event yang direncanakan pada Minggu (5/4/2026) nanti.
Bahkan, ia ternyata sudah membooking salah satu hotel di Kota Bogor.
“Iya, saya biasanya begitu (membooking hotel), lari di mana-mana kalau jauh dari rumah saya nginep di dekat titik start,” kata Delil kepada TribunnewsBogor.com di Pusdikzi.
Baca juga: Akal-akalan Penipuan Sunda Land Run di Kota Bogor, Panitia Ubah Jadwal Event Lari dari 2025
Ia mengikuti event lari 10 kilo di Sunda Land Run ini.
Awalnya ia mengetahui informasi event ini dari media sosial. Ia langsung mendaftarkan diri sebab hobi lari.
“Nah, jadi ya untuk bulan April saya pilih yang waktu saya pas ya, kayaknya tanggal 5 April gitu ya, jadi ya saya dapatnya dari Instagram. Ya udah saya daftar gitu ya. Saya daftarnya juga udah agak telat, mungkin bulan Januari-an lah. Ya udah gitu aja,” ujarnya.
Ia baru mengetahui bahwa dirinya menjadi korban penipuan saat datang ke Pusdikzi.
Ia sama sekali tidak memantau apapun setelah melakukan pendaftaran lalu.
“Tapi ssudah saya taruh di kalender tanggal 5 saya lari nih. Jadi ya baru mungkin baru minggu lalu tuh saya mulai cek, oh ini berarti ada lari tanggal 5, terus saya mulai monitor di Instagram-nya. Di Instagram-nya ada informasi bahwa race pack collection nya tanggal 2 dan 3, ya jadi ya itu saya datang hari ini,” ujarnya.
Ia menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke polisi.
“Saya pikir ini harus dituntaskan secara hukum ya supaya tidak terjadi korban-korban berikutnya. Karena kalau dibiarkan, orang-orang seperti ini akan terus beroperasi dan para pelari ini sebenarnya mangsa empuk gitu ya karena mereka kalau sudah candu lari jadi tiap waktu akan cari apa namanya event-event lari. Saya rasa begitu,” tandasnya.