TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana khidmat menyelimuti Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Abraham Matungkas, Minahasa Utara, pada peringatan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).
Ibadah yang menghayati pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib ini dirangkaikan dengan peneguhan sidi bagi 17 anggota jemaat baru.
Ibadah dipimpin langsung oleh Ketua BPMJ GMIM Abraham Matungkas, Pdt Harald Poluan, didampingi pendeta pelayan Pdt Jonathan Sondakh dan Pdt Christy Mogot.
Dalam khotbahnya yang didasari pada pembacaan Alkitab Ibrani 10:1-18, Pdt Harald menekankan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang melampaui segala kuasa, termasuk para malaikat, karena Dialah yang membebaskan manusia dari belenggu dosa.
"Surat Ibrani menegaskan bahwa Yesus adalah Imam Besar yang melampaui Harun. Ia bukan sekadar perantara, melainkan korban penghapus dosa yang kudus. Penyelamatan yang dilakukan Tuhan Yesus terjadi sekali untuk selamanya," ujar Pdt Harald di hadapan jemaat.
Selain itu Pdt Harald mengingatkan kepada jemaat memaknai kematian Kristus dengan hidup rukun dan berdamai dengan semua orang.
Di tengah berbagai tantangan hidup atau "goncangan" yang dialami saat ini, jemaat diajak untuk menyelami makna iman yang lebih dalam.
"Kita percaya bahwa Yesus benar-benar mati dan kematian-Nya memberikan keselamatan sekali seumur hidup. Bukti iman inilah yang menguatkan kita. Mari kita nikmati pesta iman atas kematian dan kebangkitan Kristus dengan hati yang baru," katanya.
Momen haru terjadi saat 17 anggota sidi jemaat berdiri untuk diteguhkan.
Pdt Harald berpesan agar para anggota sidi yang baru ini tidak hanya sekadar menjadi pengikut, tetapi menjadi pribadi yang tangguh dalam iman.
"Menjadi anggota jemaat yang memiliki ketaatan dan kesetiaan penuh kepada Kristus.Kritis dan teguh, mampu menjaga iman di tengah tantangan zaman hingga kedatangan Tuhan yang kedua kalinya," pesannya.