Laporan Hendri Wartawan Harian Serambi Indonesia | Banda Aceh
SERAMBINEW.COM, BANDA ACEH - Semangat gotong royong dan kebersamaan ditunjukkan warga Dusun Pante Geulima, Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya, dalam upaya mempercepat pemulihan lingkungan pascabencana.
Warga bersama unsur pemerintah terus bergerak melalukan pembersihan kawasan terdampak secara bertahap.
Hal itu menjadi kunci memasuki fase rehabilitasi pascabencana yang kini digencarkan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
Baca juga: Dua Jembatan Ambruk Akibat Banjir di Aceh Singkil belum Tersentuh
Kegiatan pembersihan yang berlangsung pada Kamis (2/4) ini melibatkan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah melalui program kerja bakti yang difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain itu, dukungan juga datang dari warga perantauan yang turut menyumbang untuk membantu proses pemulihan.
Warga setempat, Ahlul Fikri, mengatakan sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan desa.
Baca juga: Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Usulkan Transformasi Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya ke KKP
“Alhamdulillah, saat ini ada dua bentuk dukungan yang berjalan bersamaan. Pertama dari pemerintah melalui program kerja bakti, dan kedua dari donasi teman-teman perantauan yang ikut membantu, termasuk untuk penyewaan armada pengangkutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat menjadi bukti kuat warga memiliki semangat tinggi untuk bangkit dan memulihkan kondisi desa seperti semula.
Program kerja bakti tidak hanya berdampak pada percepatan pembersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga terdampak.
Setiap pekerja menerima upah harian, yang membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga di tengah kondisi yang masih dalam tahap pemulihan.
Baca juga: Wagub Ambil Langkah Cepat Mediasi Konflik Pimpinan Pidie Jaya, Bupati–Wabup Damai dan Berangkulan
Salah satu warga, Halimah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia bersama warga lainnya turut membersihkan fasilitas umum seperti musala dan sanitasi lingkungan.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Selain bisa ikut membersihkan, kami juga mendapat penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari dan anak-anak yang masih sekolah,” kata Halimah.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak warga yang bisa terlibat dan merasakan manfaatnya.
Baca juga: Dua Korban Meninggal Dalam Honda Jazz di Pidie Jaya Ternyata Warga Bireuen dan Bener Meriah
Saat ini, puluhan warga terlibat dalam kegiatan pembersihan yang dilakukan secara bergilir, mencerminkan semangat kebersamaan dan keadilan dalam berbagi kesempatan kerja.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara masyarakat, pemerintah, dan para donatur, warga Pante Geulima optimistis proses pemulihan akan terus berjalan lebih cepat.
Semangat kebersamaan ini menjadi modal utama untuk mengembalikan kondisi desa agar kembali nyaman dan layak huni.
“Yang terpenting bagi kami adalah kebersamaan. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Pante Geulima bisa bangkit dan pulih seperti sedia kala,” tutup Ahlul Fikri.(*)
Baca juga: 16 Drone MQ-9 Reaper AS Hancur Selama Perang Lawan Iran, Kerugian Capai Rp 8,4 Triliun