Atlet Putri Panjat Tebing Desak Made Bidik Tiket Asian Games 2026 Lewat Kejuaraan Asia di China
Hasiolan Eko P Gultom April 03, 2026 08:38 PM

Atlet Putri Panjat Tebing Desak Made Bidik Tiket Asian Games 2026 Lewat Kejuaraan Asia di China

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, bersiap tampil pada Kejuaraan Panjat Tebing Asia atau World Climbing Asian Championship 2026 yang akan digelar di Meishan, China, pada 8–12 April 2026.

Pada ajang tersebut, Desak yang turun di nomor speed menargetkan hasil maksimal demi mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Baca juga: Daftar 16 Atlet Panjat Tebing Indonesia di Kejuaraan Asia 2026

Kejuaraan ini memang menjadi salah satu ajang kualifikasi menuju multievent terbesar di Asia tersebut.

Desak mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya memang menargetkan tampil di Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.

Ia pun menilai persiapannya saat ini berjalan cukup baik, meski harus menghadapi tantangan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Sejak awal, mimpi kami memang adalah tampil di Asian Games dan Olimpiade. Untuk saat ini, saya pribadi fokus menjaga kondisi kesehatan dan fisik. Apalagi cuaca di sini sering berubah kadang hujan, kadang panas dan beberapa teman juga sudah mulai sakit. Jadi, persiapan utama saya adalah menjaga kesehatan dan kebugaran,” ujar Desak Made saat di Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026).

Desak juga mengaku optimistis dengan perkembangan performanya, terutama dari catatan waktu yang mulai menunjukkan peningkatan.

“Selain itu, catatan waktu saya juga mulai membaik, sehingga saya optimistis bisa lolos ke Asian Games Nagoya nanti,” lanjutnya.

Terkait target di kejuaraan, atlet berusia 25 tahun tersebut menegaskan fokus utamanya adalah memastikan lolos terlebih dahulu sebelum membidik podium.

“Untuk pertandingan nanti, tentu saya ingin lolos terlebih dahulu, kemudian meraih medali. Untuk catatan sub-6 (di bawah 6 detik), itu masih dalam proses yang saya targetkan bisa berkembang di tahun ini,” katanya.

Persaingan di nomor speed diprediksi akan berlangsung ketat. Desak bahkan menyebut rival terberat justru datang dari dalam tim sendiri, selain dari negara-negara kuat di Asia.

“Musuh utama tentu dari tim sendiri, ada empat orang. Selain itu, ada juga pesaing dari negara seperti China, Korea, dan Jepang,” ujarnya.

Di sisi lain, Desak juga melihat kondisi tim saat ini semakin positif.

Para atlet mulai kembali menikmati proses latihan dan fokus pada target besar di level internasional.

“Untuk sekarang, saya lihat teman-teman sudah mulai menikmati proses latihan dan kembali fokus pada mimpi mereka untuk tampil di panggung internasional,” pungkasnya.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.