Harga Emas Hari Ini Sabtu 4 April 2026: Antam Tertinggi Rp2,9 Juta, Cek Galeri 24 dan UBS
Rheina Sukmawati April 04, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Simak daftar harga emas hari ini, Sabtu (4/4/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian berikut ini.

Emas adalah instrumen safe-haven atau aset aman yang bisa melindungi nilai kekayaan dari inflasi.

Meski demikian, harga emas tidaklah tetap, melainkan berfluktuasi atau bergerak naik maupun turun karena berbagai faktor.

Beberapa faktor penentu harga emas di antaranya seperti kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), hingga permintaan di pasar.

Pada awal tahun ini, harga emas mencatatkan rekor tertingginya sepanjang sejarah hingga menyentuh angka Rp3 juta per gram.

Namun, harga emas berangsur-angsur turun memasuki bulan Maret dan kembali berfluktuasi hingga harga tertinggi Rp2,9 juta per gram.

Adapun, harga emas pada hari ini tepatnya Sabtu pagi pukul 07.30 WIB, terpantau masih stabil.

Hal ini karena pasar emas atau XAU/USD global tutup dan beroperasi terbatas saat Jumat Agung pada Jumat, 3 April 2026.

Baca juga: Cicil Emas Jadi Strategi di Tengah Fluktuasi Harga, Pakar Ekonomi: Momentum Investasi Aman

Penyesuaian harga emas akan kembali terlihat pada Senin, 6 April 2026.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam masih mencatatkan angka tertinggi yakni Rp2.972.000 untuk gramasi 1 gram.

Untuk ukuran yang sama, harga emas Galeri 24 dibanderol Rp2.870.000 dan UBS Rp2.885.000.

Berikut adalah daftar harga emas hari ini selengkapnya:

Harga emas Galeri 24 

  • 0,5 gram: Rp1.505.000 
  • 1 gram: Rp2.870.000 
  • 2 gram: Rp5.672.000 
  • 5 gram: Rp14.076.000 
  • 10 gram: Rp28.076.000 
  • 25 gram: Rp69.812.000 
  • 50 gram: Rp139.514.000 
  • 100 gram: Rp278.891.000 
  • 250 gram: Rp695.513.000 
  • 500 gram: Rp1.391.025.000 
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.782.049.000

Harga emas Antam 

  • 0,5 gram: Rp1.539.000 
  • 1 gram: Rp2.972.000 
  • 2 gram: Rp5.881.000 
  • 3 gram: Rp8.795.000 
  • 5 gram: Rp14.623.000 
  • 10 gram: Rp29.188.000 
  • 25 gram: Rp72.839.000 
  • 50 gram: Rp145.595.000 
  • 100 gram: Rp291.109.000

Harga emas UBS 

  • 0,5 gram: Rp1.560.000 
  • 1 gram: Rp2.885.000 
  • 2 gram: Rp5.724.000 
  • 5 gram: Rp14.144.000 
  • 10 gram: Rp28.139.000 
  • 25 gram: Rp70.209.000 
  • 50 gram: Rp140.130.000 
  • 100 gram: Rp280.150.000 
  • 250 gram: Rp700.168.000 
  • 500 gram: Rp1.398.692.000

Cicil Emas Jadi Strategi di Tengah Fluktuasi Harga

Pergerakan harga emas yang sempat menyentuh Rp3 juta per gram kini memasuki fase koreksi. 

Harga emas global pada akhir Maret 2026 menunjukkan tren pemulihan teknikal ke level US$4.526 per ons troi setelah sempat tertekan oleh lonjakan harga energi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam berada di kisaran Rp2.937.000 per gram. 

Kondisi ini dinilai sebagai momentum yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai mencicil investasi emas.

Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan koreksi harga saat ini merupakan hal wajar setelah lonjakan signifikan sebelumnya.

Rizaldy menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu harga benar-benar turun dalam, melainkan mulai mencicil pembelian emas secara bertahap.

“Bagi masyarakat, kondisi saat ini justru dapat dimanfaatkan untuk mulai mengakumulasi emas secara bertahap. Strategi cicil atau dollar cost averaging lebih disarankan dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan,” ujar praktisi keuangan ini, Senin (30/3/2026). 

Ia menyebut, emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun masyarakat perlu memiliki perspektif jangka panjang dalam berinvestasi.

“Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun investor sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kenaikan harga jangka pendek, melainkan pada tujuan keuangan jangka panjang,” pungkasnya.

Baca juga: Pegadaian Selalu Hadir Dampingi Nasabah, Ajak Kelola THR Lebih Bijak lewat Investasi Emas

Menurutnya, fluktuasi harga emas saat ini mencerminkan pola “koreksi sehat” di pasar, dengan aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju harga, meski secara fundamental emas masih ditopang kondisi global yang tidak menentu.

“Pergerakan harga emas saat ini menunjukkan pola koreksi sehat setelah sebelumnya mengalami rally yang cukup tinggi hingga menembus Rp3 juta per gram. Koreksi ke kisaran Rp2,8 juta mencerminkan adanya profit taking di pasar, namun secara fundamental, emas masih didukung oleh ketidakpastian global dan permintaan sebagai aset safe haven,” jelasnya.

Rizaldy menambahkan, peluang harga emas kembali menguat tetap terbuka. 

Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin kembali menguji level Rp3 juta per gram jika tekanan geopolitik dan ekonomi global berlanjut.

“Di sisi lain, jika tensi geopolitik dan tekanan ekonomi global berlanjut, emas berpotensi kembali menguat dan menguji level Rp3 juta per gram. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor suku bunga dan pergerakan dolar,” katanya.

Dalam jangka pendek, ia tidak menutup kemungkinan harga emas menyentuh Rp2,5 juta per gram, terutama jika terjadi penguatan dolar AS atau kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

“Namun, selama kondisi geopolitik dan ekonomi global masih tidak stabil, tren jangka menengah emas cenderung tetap menguat dan berpotensi kembali menembus Rp3 juta per gram,” tambahnya.

Pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi global.

(Tribunjabar.id/Rheina/Nappisah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.