Wajah Baru Pasar Jambi: Kawasan Wisata Kota Tua Resmi Jadi Ikon Kuliner
Darwin Sijabat April 04, 2026 09:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Denyut ekonomi di kawasan Pasar Jambi, Kota Jambi kini resmi hidup selama 24 jam. 

Pemerintah Kota Jambi melakukan langkah besar dengan menggelar grand opening Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua di depan Hotel Duta, Kecamatan Pasar, pada Jumat malam (03/04/2026). 

Langkah ini menjadi tonggak sejarah dalam menghidupkan kembali pusat kota sebagai destinasi wisata terintegrasi.

Proyek revitalisasi ini memadukan unsur sejarah, religi, kuliner, hingga fashion. 

Melalui kerja sama dengan BUMD PT Siginjai Sakti, Pemkot Jambi menyulap ruko-ruko yang sebelumnya sepi pada malam hari menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif yang semarak.

Segmentasi Kawasan dan Wisata Terpadu

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan penataan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menarik wisatawan luar daerah. 

Pengunjung kini bisa menikmati suasana bangunan bersejarah sembari mencicipi kuliner khas Melayu dan India, seperti nasi minyak, hingga produk UMKM lokal.

“Kawasan kota tua ini akan kita tata secara integratif. Kita memang bukan daerah yang memiliki sumber daya alam, tapi kita punya potensi besar dari sisi SDM dan pengusaha. Ini yang harus kita angkat,” ujar Maulana dalam sambutannya dilansir dari laman Pemkot Jambi.

Baca juga: Pemkot Jambi Siapkan Pusat Kuliner Kota Tua, Targetkan Kawasan Hidup Siang dan Malam

Baca juga: 10 Jurusan Sepi Peminat di Universitas Jambi dan Peluang Lolos di SNBT 2026

Untuk menjaga kenyamanan, pemerintah memberlakukan segmentasi wilayah guna menghindari konflik ruang. 

Area di sekitar Masjid Magatsari akan difokuskan sebagai zona religi, sementara titik lainnya menjadi pusat kuliner dan fashion. 

“Nanti ada segmentasi, ada kawasan religi, ada kuliner, ada juga fashion. Tidak setiap malam, tapi akan ada event tertentu supaya tidak mengganggu fungsi jalan umum,” lanjutnya.

Optimalisasi PAD dan Aktivasi Ruko

Revitalisasi ini juga menyentuh aspek estetika, termasuk pengecatan bangunan ruko agar lebih menarik secara visual. 

Maulana menekankan pentingnya partisipasi pemilik usaha dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan.

“Kita ingin kawasan ini tertib. Tidak boleh ada konflik ruang yang berkepanjangan. Semua harus diatur agar nyaman bagi pengunjung,” tegasnya.

Dengan hadirnya ikon baru ini, Pemkot Jambi optimis dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. 

Targetnya, Kota Jambi tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan siang hari, tetapi juga menjadi destinasi wisata malam yang aman, nyaman, dan mandiri secara ekonomi.

 

Baca juga: Jambi Top 7 Jambi 4 April 2026, Agit Terancam Hukuman Mati

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jambi 1/4/2026, Hati-Hati Hujan di 9 Kabupaten Kota

Baca juga: Kumpulan Akun Sultan FF Free Fire Legal dan Gratis Spesial April 2026, Banjir Skin dan Diamond

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.