Waspada Kondisi Godzilla El Nino, Musim Kemarau Bakal Lebih Panjang dan Kering
GH News April 04, 2026 02:08 PM
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan akan potensi Godzilla El Niño di Indonesia. Informasi tersebut disampaikan oleh BRIN dalam media sosial X resminya"

""Godzilla" El Niño diprediksi mulai April 2026," tulis akun @brin_indonesia, dikutip Kamis (2/4/2026).

Apa itu 'Godzilla' El Niño?

Godzilla El Niño adalah istilah populer yang digunakan untuk merujuk pada fenomena suhu laut di Pasifik. Diperkuat oleh IOD positif di Samudra Hindia, 'Godzilla' El Niño akan membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering.

Pakar lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, menjelaskan fenomena 'Godzilla' El Nino yang terjadi sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan.

"El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah-timur yang mengganggu pola cuaca global. Dampaknya sangat terasa di Indonesia," jelasnya dalam laman Umsida, Kamis (2/4/2026).

Dr Rini, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa kondisi tahun 2026 tidak masuk dalam kategori ekstrem. Kendati demikian, ada beragam dampak 'Godzilla' El Niño 2026 yang perlu diwaspadai.

Dampak Godzilla El Niño di Indonesia

1. Ketersediaan Air

Rini menyebut ketersediaan air adalah sektor yang paling cepat terdampak oleh fenomena 'Godzilla' El Niño. Dampaknya bisa berupa krisis air bersih, terganggunya irigasi, hingga penurunan produksi listrik dari PLTA.

"Sektor yang paling cepatterdampak yaitu ketersediaan air. Hal ini karena air sangat sensitif terhadap perubahan hujan dan tidak perlu waktu lama seperti tanaman atau ekosistem," jelasnya.

2. Kebakaran Hutan dan Lahan

Setelah sektor air, dampak berikutnya adalah kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, kebakaran ini bisa terjadi dalam hitungan minggu atau bulan.

3. Krisis Pangan

Godzilla El Nino juga bisa memicu krisis pangan, namun tergantung pada intensitasnya. Untuk kondisi 2026, Rini menilai risiko masih tergolong rendah.

Kendati demikian, ia mengingatkan risiko lokal tetap bisa terjadi, terutama di daerah yang memang rawan kekeringan.

"Curah hujan masih normal sampai cukup tinggi, belum mengarah ke krisis besar. Jadi belum ada indikasi krisis nasional," jelas dosen Prodi Teknik Elektro itu.

Strategi Menghadapi Godzilla El Nino

Untuk mengantisipasi dampak 'Godzilla' El Nino, Dr Rini menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan. Beberapa strategi utama yang perlu dipertimbangkan termasuk:

1. Manajemen Air

Pemerintah perlu membuat penampungan air hujan,embung desa, dan sumur resapan untuk menjaga cadangan air.

2. Pertanian Adaptif

Untuk mengantisipasi krisis pangan, pertanian bisa menggunakan irigasi hemat air, varietas tahan kekeringan, serta penyesuaian kalender tanam.

3. Restorasi Ekosistem

Restorasi yang dimaksud berupa reforestasi dan perlindungan lahan gambut untuk menjaga siklus air alami.

4. Pencegahan Kebakaran

Kebakaran lahan dan hutan bisa dicegah melalui monitoring hotspot dan pengelolaan lahan.

5. Pemanfaatan Teknologi

Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan AI untuk memprediksi risiko kekeringan dan kebutuhan air.

6. Integrasi Energi Berkelanjutan

Terakhir adalah integrasi energi berkelanjutan seperti mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) karena saat ini, energi Matahari sedang tinggi-tingginya.

Demikian penjelasan mengenai 'Godzilla' El Niño di Indonesia. Sudah siap menghadapi musim kemarau panjang?

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.