TRIBUNNEWS.COM - Pemain keturunan Indonesia, Dean Zandbergen kembali menjadi sorotan setelah mencetak hattrick gemilang bersama VVV-Venlo di kompetisi Eerste Divisie (Liga Belanda kasta kedua).
Striker berusia 24 tahun berdarah Indonesia ini membawa timnya menang telak 3-0 atas SC Cambuur, Sabtu (4/4/2026) dini hari WIB, yang merupakan salah satu tim calon kuat juara Eerste Divisie.
Ketiga gol Dean Zandbergen itu ia lesakkan masing-masing pada menit (15', 81', dan 87').
Kemenangan tersebut membuat VVV-Venlo naik ke peringkat ke-12 klasemen Eerste Divisie dengan 41 poin.
Dengan postur tubuh 188 cm, Zandbergen memiliki fisik yang kuat sebagai target man.
Musim ini, ia sudah mencatatkan 11 gol dan 3 assist dari 31 penampilan di semua kompetisi bersama VVV-Venlo.
Dengan usia yang masih muda dan performa yang cukup tajam tentu Zandbergen menjadi pemain potensial di masa depan.
Nama Dean Zandbergen memang sedang hangat dibicarakan sebagai salah satu calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Ia juga memiliki garis keturunan Indonesia melalui ibunya dan memiliki banyak saudara di Depok, Jawa Barat.
Bahkan, Zandbergen pernah mengungkapkan pada 2025 bahwa ada orang PSSI yang pernah menghubunginya soal naturalisasi, dan ia menyatakan akan sangat senang jika bisa membela Tim Merah Putih.
Meski begitu, Dean Zandbergen kala itu mengaku masih harus menelusuri dokumen keturunannya.
Baca juga: Timnas Indonesia Ketiban Untung Masuk Pot 4 Drawing Piala Asia 2027, Tim Tier 2 & 3 Bakal Khawatir
Salah satu evaluasi utama Timnas Indonesia di bawah John Herdman setelah FIFA Series 2026 adalah penyelesaian akhir di kotak penalti lawan.
Ole Romeny memang tampil apik dengan catatan 1 gol dan 2 assist melawan Saint Kitts and Nevis, serta nyaris mencetak gol indah saat melawan Bulgaria (tendangannya membentur mistar).
Namun, Ole sering dimainkan sebagai penyerang serba bisa (false nine atau second striker) sesuai taktik Herdman.
Ramadhan Sananta yang pada dua laga tersebut dipercaya sebagai tandem Ole Romeny terbukti gagal membayar kepecayaan John Herdman.
Kondisi tersebut membuat Ole Romeny butuh tandem yang lebih "garang" sebagai striker murni atau target man yang bisa mengeksekusi umpan-umpan silang dan umpan trobosan darinya.
Di sinilah Dean Zandbergen masuk sebagai solusi ideal.
Zandbergen adalah nama yang paling mengerucut untuk posisi striker nomor 9.
Ia dinilai memiliki level yang setara atau bahkan lebih unggul dibandingkan opsi lain stok penyerang Garuda saat ini seperti Mauro Zijlstra, Ramadhan Sananta, Jens Raven, hingga Rafael Striker.
Performa menanjak Zandbergen di VVV-Venlo membuatnya layak menjadi partner Ole Romeny.
Dengan kombinasi Ole Romeny yang memiliki mobilitas tinggi, visi bagus, kemampuan link-up play, bakal diselesaikan oleh finishing dari Dean Zandbergen yang memiliki fisik kuat, serta kemampuan sebagai target man yang bisa memanfaatkan umpan-umpan manjanya Ole.
Dengan taktik Herdman yang lebih fleksibel, kehadiran Zandbergen sebagai striker utama akan memberi keleluasaan bagi Ole untuk bergerak lebih bebas di belakang atau di sisi, sekaligus meningkatkan daya gedor lini serang Timnas yang selama ini menjadi pekerjaan rumah.
Menarik dinantikan, akankah Dean Zandbergen masuk dalam satu daru dua nama calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kabarkan saat ini tengah diurus oleh PSSI? kita tunggu saja.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)