WARTAKOTALIVE.COM, PESANGGRAHAN - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggelar kerja bakti skala besar di Kali Pesanggrahan, tepatnya di perbatasan Kecamatan Kebayoran Lama dan Pesanggrahan pada Minggu (5/4/2026).
Kerja bakti skala besar pertama se-DKI Jakarta usai Lebaran 2026 itu dilakukan sebagai upaya mengurangi resiko banjir.
Dalam kesempatan tersebut hadir, Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar, Sekretaris Kota Jakarta Selatan Mukhlisin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Sayid Ali serta camat dan lurah beserta jajaran.
M Anwar mengatakan, kegiatan ini difokuskan pada normalisasi bantaran kali yang mengalami pendangkalan dan perubahan struktur.
Kondisi tersebut dinilai menyebabkan aliran air menggerus sisi tanggul dan meningkatkan potensi kerusakan.
"Fokus utama dari kerja bakti ini adalah normalisasi bantaran kali. Bantaran kali yang semula sudah tinggi dan menjadi daratan menyebabkan air menggerus ke sisi kanan, sehingga berisiko merusak tanggul," kata Anwar, di lokasi, Minggu (5/4/2026) pagi.
Ia menuturkan, pengerukan lumpur dilakukan mulai hari ini hingga akhir tahun dengan target volume sekitar 36.174 meter kubik sepanjang 1.244 meter.
"Mudah-mudahan, dengan kegiatan kerja bakti ini, genangan air di wilayah bantaran Kali Pesanggrahan dapat berkurang," tutur dia.
Baca juga: Sektor Taksi, Bus, Hingga Logistik, Bluebird Catat Pendapatan Rp5,7 Triliun di 2025
Sebanyak 600 personel dan lima unit alat berat dikerahkan dalam kegiatan ini.
Pengerukan diharapkan dapat mengurangi genangan, khususnya di kawasan IKPN yang kerap terdampak banjir.
"Jika lumpur ini berhasil diangkat dan aliran air dinormalisasi, Insya Allah wilayah IKPN tidak akan lagi mengalami banjir yang parah," kata Anwar.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga akan melanjutkan kegiatan serupa secara rutin setiap pekan.
Selain pengerukan kali, Pemkot juga menyiapkan langkah tambahan berupa pembangunan sumur resapan di sejumlah titik rawan genangan.
Di sisi lain, lahan seluas 2,8 hektare di Jalan Rengas, Bintaro, direncanakan akan difungsikan sebagai waduk untuk menampung air dan mengurangi banjir di wilayah Swadarma dan Kali Keuangan.
Proses pembangunan waduk saat ini masih terkendala sebagian lahan yang belum selesai secara administratif.
Meski demikian, pengerukan di area yang telah tersedia sudah mulai dilakukan.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisasi genangan banjir sesuai arahan Bapak Gubernur. Normalisasi dan pembebasan lahan memang diperlukan, namun itu bukan satu-satunya jalan dan membutuhkan waktu yang cukup lama," ucap dia.
"Sementara proses tersebut berjalan, kami melakukan langkah-langkah cepat yang bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat, seperti kerja bakti skala besar dan pembuatan lima titik sumur resapan di sekitar Kali Pesanggrahan ini," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Selatan, Santo menjelaskan, pengerukan di segmen Kelurahan Ulujami mencakup panjang 1.444 meter dengan volume lumpur yang sama, yakni sekitar 36.174 meter kubik.
Lumpur hasil pengerukan akan ditransitkan ke beberapa titik sebelum akhirnya dibuang ke Ancol.
Pemkot juga merencanakan pembangunan tiga titik sumur resapan tambahan di sekitar lokasi.
Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air dan pihak kelurahan guna memperkuat penanganan banjir secara menyeluruh di Jakarta Selatan.
"Saat ini, pihak kelurahan juga sudah memiliki peralatan sendiri untuk membuat sumur resapan secara mandiri. Kami berupaya agar setiap wilayah memiliki minimal satu unit sumur resapan untuk membantu menangani masalah banjir di Jakarta Selatan," kata Santo.
Dalam kerja bakti itu, Anwar bersama jajaran melakukan pelepasan ikan tawes.
Hal ini merupakan aksi konservasi perairan yang umum dilakukan, melibatkan pemerintah, TNI/Polri, dan warga untuk menebar ribuan bibit di sungai, embung, atau danau.
Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kelestarian ekosistem, meningkatkan populasi ikan lokal, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (m31)