Andrie Yunus: Pelaku Penyiraman Air Keras Orang-orang Pengecut, Saya Tetap Kuat & Tegar
Dewi Agustina April 05, 2026 02:38 PM


TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menyampaikan pesan kepada publik setelah menjadi korban penyiraman air keras.

Pesan tersebut disampaikan melalui rekaman suara yang diunggah di akun Instagram KontraS, @kontras_update.

Baca juga: Usman Hamid Sebut Andrie Yunus Punya Hak untuk Tolak Ikut Proses Peradilan Militer

Dalam pesannya, Andrie Yunus mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya setelah peristiwa tersebut.

"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," kata Andrie, dikutip Minggu (5/4/2026).

"Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. A luta continua, panjang umur perjuangan," sambung Andrie.

 

 

Rekaman suara itu diambil pada 1 April 2026 dan diunggah pada 2 April 2026, ketika Andrie masih menjalani perawatan intensif.

Saat ini Andrie Yunus masih menjalani perawatan di ruang High Care Unit (HCU).

Baik pasien, keluarga, kuasa hukum, maupun pihak rumah sakit membatasi kunjungan dari siapa pun selama masa perawatan.

Pembatasan tersebut dilakukan agar Andrie dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, sekaligus menjaga privasi serta ketenangannya selama proses pemulihan.

Hak pasien untuk mendapatkan perlindungan tersebut dijamin oleh undang-undang.

Andrie Sudah Tiga Kali Operasi

23 hari sudah berlalu sejak ia mengalami peristiwa penyiraman air keras.

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan ihwal pihak Rumah Sakit menemukaan dugaan kerusakan pada bola mata Andrie.

Hal itu disampaikan Jane dalam orasinya pada Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis.

"Per 28 Maret kemarin sudah operasi yang ketiga kalinya dan Andrie ditemukan bahwa kornea matanya mengalami penipisan. Kemudian juga dinding bola matanya mengalami dugaan jebol," ucap Jane.

Kondisi tersebut sudah ditangani oleh tim dokter RSCM yang terdiri dari berbagai spesialis.

Penanganan dilakukan oleh tim kegawatdaruratan, dokter bedah mata, hingga dokter rekonstruksi wajah dan bedah kulit.

"Yang akhirnya mata Andrie sudah dioperasi dan sudah ditambal dan juga sudah mengalami beberapa kali penanganan medis lainnya," jelas Jane.
Ia juga menjelaskan dokter melakukan penambahan amnion pada lapisan jaringan mata Andrie.

Selain itu, jaringan luka bakar yang rusak juga telah diangkat dan kondisinya disebut mulai menunjukkan perbaikan.

Tim medis juga melakukan tindakan cangkok kulit untuk menangani luka bakar yang dialami Andrie.

Menurut Jane, langkah tersebut diperlukan karena luka bakar yang dialami Andrie tergolong cukup tebal pada beberapa bagian tubuh Andrie.

Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke TNI

Terkait perkembangan proses hukum kasus Andrie Yunus,  Polda Metro Jaya menyatakan tidak lagi menangani kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS tersebut.

Seluruh berkas perkara dan barang bukti telah dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan pelimpahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, sehingga kewenangan penyidikan kini berada di pihak TNI.

“Saat ini kewenangan penyidik Polda Metro Jaya sudah sampai di situ, menyerahkan hasil penyelidikan dan barang bukti secara digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pelimpahan tersebut juga telah disampaikan kepada publik sebelumnya.

Meski demikian, kepolisian tetap membuka kemungkinan untuk kembali terlibat apabila ditemukan keterlibatan pelaku dari kalangan sipil.

“Kalau ada keterlibatan sipil, tentu menjadi kewenangan kepolisian untuk menindaklanjuti,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.