BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Pasar Minggu Pagi di kawasan menuju Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru Kalimantan Selatan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Idaman, karena beraneka ragam dagangan yang tersedia di sana.
Lokasi pasar ini semula di seputaran Kantor Gubernur Kalsel, kemudian dipindah ke Jl Mitra Praja yang aksesnya dari bundaran Masjid Agung Al Munawarah.
Setiap Minggu pagi pasar yang lapak pedagangnya di tepi kiri dan kanan jalan ini buka pada pukul 06.30 hingga menjelang siang pada pukul 11.00 atau 12.00 Wita.
Memasuki pasar tersebut, pengunjung bisa memarkir kendaraan di tempat-tempat parkir yang disediakan. Khusus mobil bisa juga parkir di median jalan.
Pedagang di pasar ini ada ratusan, sehingga panjangnya deretan lapak pedagang hingga sekitar 1 Km lebih. Setidaknya menyusuri pasar ini sekaligus olahraga jalan kaki.
Baca juga: Geger di Acara Pernikahan, Orang Tua Pengantin Tewas Dikeroyok Sang Ibu Pingsan, Ini Penyebabnya
Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Anak Bunuh Ayah di Anjir Pasar Batola, Saksi: Pelaku Terlihat Bawa Parang
Barang dagangan pedagang antara lain aneka kuliner, baik makanan berat maupun makanan ringan, sayur-mayur, buah-buahan, pakaian, aksesoris, mainan anak, perabot rumah tangga dan sebagainya.
Hasanah, pengunjung, mengungkapkan, ia suka ke pasar ini karena berbeda suasana dengan pasar tradisional lainnya maupun pasar modern.
"Seolah rekreasi. Jalan pagi melihat-lihat dagangan, belanja, kemudian cari makan sambil beristirahat," ujar warga Sungai Sipai, Martapura ini.
Hal sama dengan Topan, pengunjung lainnya, yang bersama keluarga jalan-jalan ke pasar tersebut sambil belanja dan olahraga.
"Cuaca pagi yang cerah dan segar membawa kenyamanan tersendiri, tubuh sehat dan bisa relaks," katanya.
Wulan, pedagang sayur-mayur, mengatakan, ia sudah empat bulan berjualan di situ dan hasilnya memang menguntungkan karena pengunjung selalu ramai.
"Kami buka sejak pukul 06.30 kemudian tutup pukul 11.00 atau 11.30 Wita," ujar Linda yang berjualan bersama ayahnya.
Jual sayur dengan harga serba Rp5000, membuat dagangan Linda ramai dibeli. Sementara untuk biaya pemakaian tempat pada pedagang jangan dikenakan Rp 15 ribu.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)