BANJARMASINPOST.CO.ID - Akhir-akhir ini, selebritas Fuji An dijodoh-jodohkan dengan youtuber sekaligus musisi Reza Arap oleh warganet.
Hal ini terjadi setelah selebgram anak Haji Faisal itu menjadi bintang tamu di program Marapthon yang biasa dipandu Reza Arap.
Rupanya, Fuji An dan Reza Arap dinilai warganet sangat cocok karena keduanya belum punya pasangan
Apalagi, Reza yang baru saja kehilangan sang kekasih, Lula Lahfah
Seusai program Marapthon, hastag #Furap semakin menggema di media sosial. Warganet ingin Fuji An dan Reza Arap pacaran.
Lantas bagaimana respon Fuji An usai dijodoh-jodohkan dengan Reza Arap? Adik Fadly Faisal itu buka suara.
Fuji tak bisa menahan ulah Warganet yang menjodoh-jodohkan dirinya dengan pentolan grup band Weird Genius itu.
Baca juga: Tegaskan Dirinya Bukan Pelakor, Asila Maisa Putri Sulung Ramzi Gerah Keluarga Ikut Diusik
"Aku engga apa-apa, aku berterima kasih (atas perjodohan)," kata Fuji An ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Fujianti Utami Putri itu pun tidak risih dengan perjodohannya dengan Reza.
Tapi ia tak bisa melarang ulah dari warganet yang terus menggemakan 'Furap'.
"Engga apa-apa, aku mah selow," ucap wanita berusia 23 tahun ini.
Namun Fuji An hanya mengeluarkan satu permintaan usai dijodoh-jodohkan dengan Reza Arap, tujuan permintaannya itu supaya tak membuatnya risih di kemudian hari.
"Kalau-kalau aku nggak apa-apa, tapi jangan nge-tag ke aku ya," ujar Fuji An.
Seperti diketahui, fenomena warganet yang menggaungkan “Furap” menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Istilah ini merujuk pada penjodohan antara Fujianti Utami Putri dan Reza Arap yang mencuri perhatian publik setelah keduanya tampil dalam satu program yang sama.
Awalnya, interaksi keduanya di layar kaca dianggap biasa saja.
Namun, chemistry yang dinilai natural oleh penonton justru memicu spekulasi dan harapan dari warganet. Banyak yang menilai keduanya terlihat cocok, baik dari segi kepribadian maupun cara berkomunikasi yang santai.
Media sosial pun dengan cepat menjadi ruang amplifikasi. Tagar #Furap bermunculan dan menyebar luas di berbagai platform, mulai dari X hingga TikTok.
Konten berupa potongan video, editan foto, hingga komentar dukungan semakin memperkuat narasi bahwa keduanya layak dipasangkan.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya peran warganet dalam membentuk opini publik, bahkan hingga ranah personal selebritas.
Dukungan yang awalnya sekadar candaan perlahan berubah menjadi gerakan kolektif yang masif dan terus berulang.
Di sisi lain, momen ini juga memperlihatkan bagaimana budaya “shipping” atau menjodoh-jodohkan figur publik telah menjadi bagian dari dinamika fandom digital.
Warganet tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga aktif membangun cerita dan harapan mereka sendiri.
Meski demikian, respons dari Fuji sendiri terbilang santai.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan perjodohan tersebut dan bahkan berterima kasih atas perhatian yang diberikan.
Sikap ini justru membuat banyak penggemar semakin menyukai kepribadiannya yang dianggap rendah hati.
Namun, Fuji tetap memberikan batasan.
Ia meminta agar warganet tidak berlebihan, terutama dengan tidak menandai akun pribadinya dalam unggahan terkait “Furap”.
Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga ruang pribadi di tengah sorotan publik yang begitu besar.
Fenomena ini juga mencerminkan bagaimana kehidupan selebritas kerap menjadi konsumsi publik yang tak terbendung.
Setiap interaksi kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi narasi besar yang sulit dikendalikan.
Bagi sebagian orang, tren seperti “Furap” hanyalah hiburan semata. Namun bagi figur yang terlibat, hal tersebut bisa berdampak pada kenyamanan dan kehidupan pribadi, terutama jika ekspektasi publik terlalu tinggi.
Pada akhirnya, fenomena “Furap” menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan media sosial mampu menciptakan tren dalam waktu singkat.
Di tengah antusiasme tersebut, penting bagi warganet untuk tetap bijak dan menghormati batasan pribadi para figur publik yang mereka dukung.
Di sisi lain, Erika Carlina mengungkap motif asli dari perjodohan Fuji dengan Reza Arap.
Dia malah menyentil soal Rachel Venya dan DJ Bravy di tengah heboh Furab itu.
Erika Carlina minta netizen hentikan perjodohan Reza Arap atau yang kini disapa YB, Fuji dan Rachel Vennya.
Memang, selain Furab alias Fuji Arab beredar juga tren Rabun yakni Arab Buna antara Reza Arap dan Rachel Vennya.
Buna sendiri adalah panggilan netizen ke Rachel Vennya sejak pertama kali memiliki anak.
Sebagai sahabat dari ketiganya, Erika Carlina mengambil sikap tegas namun santai.
Baca juga: Bertemu Lagi Kala Heboh Julukan Furap, Reza Arap Beber Komunikasinya dengan Fuji
Ia menilai, semakin lama tren ini bergulir, semakin terasa intens dan berisiko menimbulkan tekanan bagi pihak-pihak yang terlibat.
Ia pun meminta agar publik terutama netizen di media sosial mulai mengakhiri penggunaan istilah tersebut.
Erika pasang badan dan meminta netizen gaungkan lagi Braver yakni Bravy dan Erika, shipper yang sempat tren ketika mereka awal pacaran.
“Jangan Furab-Rabun deh udah, Braver aja Brever cinta damai tuh, cinta damai,” ucapnya Erika Carlina sambil tertawa ketika ditemui di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, Jumat (3/4/2026).
Ia tidak ingin candaan yang semula lucu-lucuan justru berubah menjadi sesuatu yang mengganggu.
Erika memahami betul bagaimana dinamika tersebut bisa berdampak secara emosional.
Ia melihat pentingnya menjaga batas agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Lebih jauh, Erika juga menyinggung bagaimana fenomena viral kerap berkembang di luar kendali.
Apa yang awalnya hanya konten hiburan bisa dengan cepat berubah menjadi opini publik yang seolah-olah harus ditanggapi serius.
“Aku sih sebenarnya awalnya itu kan lucu-lucuan aja ya, lucu-lucuan sosmed aja,” ujarnya.
“Cuman makin ke sini kayaknya makin ke mana-mana, makin jauh gitu,” kata Erika.
(Banjarmasinpost.co.id/WartaKotalive.com)