4 Makanan Khas Paskah dari Berbagai Negara, Lezat dengan Makna Tradisi Mendalam
Maudy Asri Gita Utami April 05, 2026 07:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Perayaan Paskah tidak hanya identik dengan ibadah dan refleksi spiritual, tetapi juga diramaikan oleh beragam kuliner khas dari berbagai penjuru dunia. 

Setiap hidangan yang disajikan saat Paskah memiliki cita rasa unik sekaligus filosofi yang sarat makna, diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi budaya dan keagamaan.

Di berbagai negara, makanan khas Paskah tidak sekadar menjadi santapan, tetapi juga simbol nilai-nilai seperti pengorbanan, kebangkitan, perdamaian, hingga kebersamaan. 

Berikut ini beberapa hidangan khas Paskah dari berbagai belahan dunia yang menarik untuk diketahui:

1. Inggris: Hot Cross Bun dan Simnel Cake

Di Inggris, perayaan Paskah sangat identik dengan hot cross bun, yaitu roti manis yang biasanya berisi kismis dan diberi tanda salib di bagian atasnya. 

Roti ini secara tradisional disantap saat Jumat Agung dan telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Inggris selama berabad-abad.

Selain itu, terdapat pula simnel cake, kue buah khas yang dilapisi marzipan. Keunikan kue ini terletak pada hiasan 11 bola marzipan di atasnya, yang melambangkan 11 rasul setia, tidak termasuk Yudas. Kedua hidangan ini mencerminkan kuatnya nilai religius dalam tradisi Paskah di Inggris.

• 20 Ucapan Hari Kartini dalam Bahasa Inggris dan Artinya, untuk Media Sosial

2. Italia: Colomba di Pasqua dan Pizza Chiena

Di Italia, Paskah dirayakan dengan sajian khas seperti colomba di Pasqua, roti manis berbentuk burung merpati yang melambangkan perdamaian. 

Roti ini memiliki tekstur lembut dengan campuran buah kering, serta taburan almond dan gula di bagian atasnya.

Sementara itu, dari wilayah Napoli, terdapat pizza chiena, yaitu pie gurih yang berisi kombinasi daging dan keju. Hidangan ini biasanya disajikan saat Paskah sebagai simbol kelimpahan dan sukacita dalam perayaan.

Kedua sajian tersebut mencerminkan kekayaan kuliner Italia yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat akan makna budaya dan spiritual.

Kuliner khas Paskah dari berbagai negara ini menunjukkan bahwa makanan dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai tradisi dan sejarah. Selain menggugah selera, setiap hidangan juga menyimpan cerita yang memperkaya makna perayaan itu sendiri.

3. Amerika Serikat: Baked Ham

Di Amerika Serikat, baked ham menjadi menu utama saat Paskah. Daging ham yang dipanggang ini biasanya dilapisi bumbu manis seperti madu, gula merah, atau bahkan irisan nanas, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis.

Tradisi ini berakar dari kebiasaan lama ketika daging ham diawetkan sejak musim gugur dan baru siap disantap saat Paskah. 

Kini, hidangan ini menjadi simbol kebersamaan keluarga saat perayaan berlangsung.

4. Jerman: Kerbelsuppe (Sup Chervil)

Di Jerman, kerbelsuppe atau sup chervil menjadi hidangan khas yang disajikan pada Kamis Hijau menjelang Paskah. Sup ini menggunakan chervil, herba berwarna hijau yang mirip parsley.

Warna hijau pada sup melambangkan kehidupan baru dan harapan, sejalan dengan makna Paskah itu sendiri. 

Dengan cita rasa ringan dan segar, sup ini kerap menjadi pembuka yang menyenangkan dalam rangkaian hidangan perayaan.

Melalui berbagai hidangan khas ini, terlihat bagaimana tradisi Paskah dirayakan dengan cara yang berbeda di setiap negara, namun tetap membawa pesan yang sama: harapan, kebersamaan, dan kehidupan baru. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.