TRIBUNJATIM.COM - Polemik paspor pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat sorotan media Belanda.
Peran sosok Fardy Bachdim, saudara pesepakbola Irfan Bachdim turut disebut oleh harian ternama di Belanda, Algemeen Dagblad (AD).
Perkara paspor ini membuat sejumlah pemain diaspora harus menepi dulu di Liga Belanda.
Beberapa pemain di antaranya adalah Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Tim Geypens (FC Emmen), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II).
Masalah ini ternyata juga meluas ke para pemain Timnas Putri Indonesia.
Ada tiga pemain timnas putri yang harus diistirahatkan gara-gara isu paspor.
Adapun ketiga pemain yang dimaksud adalah Felicia de Zeeuw yang memperkuat ADO Den Haag, serta Isabelle Nottet dan Isabel Kopp dari Hera United.
Baca juga: 2 Blunder Jay Idzes yang Dikritik Media Italia hingga Berujung Gol Lawan
Media Belanda tersebut membahas peran kakak Irfan Bachdim, Fardy dalam pusaran kasus tersebut.
Fardy Bachdim selama ini dikenal publik tanah air sebagai penghubung antara pemain-pemain berdarah Indonesia di Belanda dan PSSI.
AD menyoroti bagaimana Fardy Bachdim ada di foto-foto proses naturalisasi para pemain.
"Tidak mengejutkan karena Bachdim punya jejaring besar di Belanda dan Indonesia," tulis media tersebut, seperti dikutip dari Voetbal Primeur, via BolaSport.com.
"Ia dulu aktif sebagai pelatih usia muda dan mempunyai sekolah sepak bola di sana."
AD menjuluki Fardy Bachdim sebagai "Sang Penghubung".
Pasalnya, Fardy berperan besar untuk mendekati para pemain diaspora di Belanda untuk membela Timnas Indonesia.
Mereka menyoroti bagaimana Fardy ada bersama pemain-pemain di Eropa, berfoto bersama Jay Idzes saat masih memperkuat Venezia dan bagaimana dirinya hadir di Kedubes Indonesia di Brussels, Belgia, untuk seremoni pengangkatan sumpah warga negara Indonesia Eliano Reijnders dan Mees Hilgers.
"Gambaran besarnya jelas," tulis AD lagi.
"Para pemain dijual mimpi sepak bola dan mungkin, berdasarkan mereka yang terlibat, tidak memperhatikan dengan seksama konsekuensi bermain bagi Indonesia."
"Mereka berpikir soal pengembangan di dalam lapangan bukan tentang paspor, izin kerja, visa tinggal, dan isu-isu legal lainnya," imbuhnya.
Baca juga: Duduk Perkara Dean James: Kontroversi Paspor di Eredivisie hingga Batal Bela Timnas
Namun, isu ini tidak tidak mengenai satu pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda.
Sosok tersebut adalah Maarten Paes yang baru saja hijrah ke Ajax Amsterdam pada awal Februari 2026 dari FC Dallas.
Maarten Paes dikonfirmasi telah mengantongi izin kerja yang sah sebagai pemain non-Uni Eropa.
Situasi itu membuat eks pemain FC Utrecht tersebut lolos dari ancaman skandal paspoortgate.
"Belum jelas apakah Bachdim tidak tahu soal peraturan migrasi ketat atau secara sadar mengacuhkannya bersama pemain-pemain di bawah naungannya," tulis AD lagi.
AD menyoroti peran agensi yang menaungi Maarten Paes, SEG.
SEG dinilai menghindarkan Maarten Paes dari lubang sama seperti kompatriotnya di Liga Belanda.
Sampai tulisan ini dirilis, Fardy belum berkomentar lebih lanjut soal keterlibatannya dalam proses naturalisasi para pemain kepada media Belanda.
Baca juga: Isu Skandal Timnas Italia, Belum Lolos Piala Dunia 2026 Pemain Sudah Tanya Bonus
Berbeda dengan Maarten Paes, Dean James menjadi sorotan setelah laga NAC Breda vs Go Ahead Eagles yang berakhir 6-0 dalam lanjutan Eredivisie, pada 15 Maret 2026, dikutip dari Tribunnews.
NAC Breda mempertanyakan status permainan James karena ia memiliki paspor Indonesia.
Klub tersebut berargumen James kehilangan identitas Belanda sehingga tidak memiliki work permit yang sah.
Mereka bahkan sempat meminta pertandingan dinyatakan tidak sah dan diulang.
Pasalnya Dean James seharusnya berstatus pemain non-EU (Uni Eropa) alias pemain asing karena Indonesia tidak mengakui dwikewarganegaraan (dual citizenship).
Sementara Go Ahead Eagles tetap mendaftarkan dan memainkan James sebagai pemain EU (menggunakan paspor Belanda lama).
Namun hingga saat ini Eredivisie belum menyetujui permintaan tersebut.