SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Cuaca menyengat melanda Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) dalam sepekan terakhir, menandai datangnya musim kemarau 2026 yang lebih awal.
Terik matahari yang terasa membakar sejak pagi hingga siang hari mulai dikeluhkan warga, terutama di wilayah pesisir utara dan sentra tambak yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Kondisi ini bukan fenomena biasa, sebab BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan jauh lebih kering dan panjang dibanding kondisi normal.
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Lamongan, mulai memasuki masa transisi ke musim kemarau pada April 2026 ini.
Berdasarkan analisis data meteorologi, terdapat beberapa poin krusial terkait kondisi iklim tahun ini yang wajib diwaspadai:
Kondisi ini, mengancam produktivitas sektor pertanian dan tambak di Lamongan yang dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Timur.
Menyikapi ancaman kekeringan, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau Kaji Yes, menyatakan telah melakukan langkah mitigasi sejak musim penghujan lalu.
Pemerintah daerah fokus pada optimalisasi cadangan air dengan mengalihkan luapan air dari waduk besar ke ratusan embung kecil di tingkat desa.
"Kami sudah instruksikan pengisian embung dan waduk kecil, agar saat kemarau datang stok air untuk masyarakat tetap tersedia," ujar Bupati Kaji Yes, Senin (6/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya disiplin pola tanam bagi para petani padi dan tambak, agar tidak mengalami kerugian besar.
Petani diminta tidak memaksakan menanam komoditas yang boros air jika pasokan dari irigasi tidak mencukupi selama masa tanam kemarau.
Kepatuhan terhadap jadwal tanam dan pemilihan varietas tanaman tahan kekeringan, menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak ekonomi akibat fenomena iklim ini.
Sebagai informasi, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu produsen padi terbesar di Jawa Timur dengan luas lahan pertanian mencapai puluhan ribu hektare.
Selain itu, sektor perikanan budidaya (tambak) di kawasan pesisir sangat rentan terhadap intrusi air laut saat debit sungai Bengawan Solo menyusut drastis selama kemarau panjang.
Bagi masyarakat umum, berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau di Lamongan: