“Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang berperang,” kata Trump kepada NBC News dilansir Anadolu, Sabtu (4/5/2026).
Menurutnya, situasi yang terjadi merupakan bagian dari dinamika konflik yang lebih luas.
Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai bagian dari perang, namun tetap menegaskan bahwa komunikasi antar pihak tidak terhenti.
Insiden ini bermula ketika sebuah jet tempur jenis F-15E milik Amerika Serikat dilaporkan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) lalu, dan langsung memicu perhatian internasional.
Pesawat tersebut diketahui membawa dua pilot.
Tak lama setelah kejadian, salah satu pilot berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, pilot kedua sempat dinyatakan hilang dan keberadaannya tidak diketahui selama beberapa waktu.
Pihak Iran bahkan sempat mengumumkan imbalan bagi siapa pun yang dapat menemukan pilot yang hilang tersebut.
Situasi ini menambah ketegangan, sekaligus meningkatkan urgensi operasi pencarian oleh pihak militer Amerika.
Setelah berlangsung selama beberapa jam, kabar baik akhirnya datang.
Militer Amerika Serikat berhasil menemukan dan mengevakuasi pilot kedua dalam kondisi selamat.
Presiden Trump menyebut operasi ini sebagai salah satu misi penyelamatan paling berani dalam sejarah militer Amerika.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap tim yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi tersebut.
Berdasarkan keterangan dari sumber militer, tim penyelamat terdiri dari puluhan personel khusus yang memiliki keahlian dalam misi penyelamatan tempur.
Mereka dikerahkan menggunakan helikopter militer, termasuk Black Hawk, untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
Tim juga disiapkan untuk melakukan penerjunan langsung apabila kondisi di lapangan mengharuskan.
Setibanya di darat, prioritas utama adalah menemukan pilot yang hilang, memastikan kondisinya, serta memberikan bantuan medis jika diperlukan.
Selain itu, mereka juga harus menghindari potensi ancaman di wilayah musuh sebelum menuju titik evakuasi.
Keberhasilan operasi ini menjadi sorotan, tidak hanya karena tingkat risikonya yang tinggi, tetapi juga karena dilakukan di wilayah yang sangat sensitif secara geopolitik.
Meski insiden ini menambah panjang daftar ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, kedua pihak tampaknya masih membuka ruang untuk penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Situasi pun masih terus berkembang, dengan dunia internasional memantau langkah selanjutnya dari kedua negara yang selama ini memiliki hubungan penuh dinamika tersebut.
Jatuhnya Jet F-15 AS Tak Pengaruhi Negosiasi dengan Iran, Trump: Ini Perang