Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNBEKASI.COM, CIPUTAT- Warga Kota Tangerang Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi terjadi pada 7–8 April 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Tangerang Selatan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 7 April 2026.
Kondisi tersebut diprediksi meningkat menjadi hujan lebat hingga sangat lebat pada 8 April 2026 seiring peralihan dominasi monsun dari Asia menuju Australia.
Kepala BMKG Wilayah II, Budi Santoso, menjelaskan kondisi atmosfer yang labil menjadi salah satu faktor utama meningkatnya potensi hujan.
“Kondisi atmosfer yang cukup labil, perlambatan angin, serta pemanasan siang hari yang intens mendukung pertumbuhan awan konvektif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
BMKG mengingatkan hujan berintensitas tinggi berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Risiko yang mungkin terjadi antara lain genangan air di jalan, pohon tumbang, hingga gangguan mobilitas masyarakat.
Sejumlah wilayah seperti Pamulang, Ciputat, dan Serpong disebut masuk kategori rawan genangan apabila intensitas hujan meningkat.
“Pengendara kendaraan bermotor harus berhati-hati, terutama saat melintas di jalan licin atau saat hujan disertai petir,” kata Budi.
BMKG juga mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang berpotensi roboh saat hujan lebat berlangsung.
Aktivitas di ruang terbuka disarankan untuk dibatasi guna mengurangi risiko sambaran petir dan terpaan angin kencang.
Sekolah serta perkantoran di wilayah Tangerang Selatan diminta menyesuaikan kegiatan luar ruang sesuai kondisi cuaca.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengaktifkan posko pemantauan cuaca sebagai langkah antisipasi.
Tim tanggap darurat disiagakan untuk menangani kemungkinan pohon tumbang maupun banjir genangan yang terjadi akibat hujan intensitas tinggi.
Warga juga diminta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG Wilayah II.
BMKG menegaskan peralihan monsun merupakan fenomena tahunan, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
“Perubahan pola hujan dapat terjadi dengan cepat. Waspada dan antisipasi merupakan kunci keselamatan,” tutup Budi. (M30)