Momen Detik-Detik Atap Gate 7 Terminal 3 Soetta Jebol Saat Hujan Lebat
Joanita Ary April 06, 2026 09:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/4/2026) siang memicu insiden tak terduga di dalam area keberangkatan.

Sebagian atap di Terminal 3, tepatnya di gate 7, dilaporkan jebol, menyebabkan air hujan mengucur deras dari plafon dan mengganggu aktivitas calon penumpang.

Peristiwa itu terjadi saat intensitas hujan meningkat dalam waktu singkat. Air tampak menetes deras hingga membentuk genangan di lantai ruang tunggu.

Situasi ini sontak menarik perhatian penumpang yang tengah bersiap untuk naik pesawat, terutama mereka yang berada di sekitar gate 7.

Salah satu calon penumpang mengaku sempat terkejut saat air mulai merembes dari atas.

Ia mengatakan, kejadian berlangsung tiba-tiba di tengah suasana ruang tunggu yang sebelumnya normal. “Barusan, kebetulan mau boarding ke Singapura, pas lagi nunggu di gate 7,” ujarnya.

Kondisi tersebut sempat mengganggu kenyamanan penumpang.

Sejumlah orang terlihat menjauh dari area terdampak untuk menghindari tetesan air, sementara sebagian lainnya tetap bertahan sambil memperhatikan perkembangan situasi.

Aktivitas boarding dilaporkan tetap berlangsung, meski dengan penyesuaian di lapangan.

Belum ada keterangan resmi dari pengelola bandara terkait penyebab pasti jebolnya atap tersebut.

Namun, insiden ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur bandara dalam menghadapi cuaca ekstrem, terutama di tengah meningkatnya mobilitas penumpang.

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia, Terminal 3 dikenal sebagai wajah modern layanan penerbangan nasional.

Karena itu, gangguan seperti ini dinilai dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kualitas fasilitas dan standar keselamatan.

Belum diketahui apakah insiden ini berdampak pada jadwal penerbangan secara keseluruhan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor cuaca masih menjadi tantangan serius bagi operasional transportasi udara, termasuk dalam hal kesiapan infrastruktur menghadapi kondisi ekstrem yang kian tidak menentu.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.