Ideal PAD Kuansing Rp 400 Miliar, Wabup Mukhlisin Usulkan Retribusi Rp 20 dari TBS
M Iqbal April 06, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Mukhlisin, menyebutkan bahwa idealnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuansing sebesar Rp 400 miliar jika melihat beban kebutuhan daerah saat ini.

Menurut Mukhlisin, angka tersebut dinilai realistis untuk mendukung pembangunan dan pembiayaan berbagai program strategis di Kabupaten Kuansing.

Namun, ia mengakui bahwa realisasi PAD Kuansing pada tahun 2025 lalu masih jauh dari target ideal tersebut. 

Realisasi tahun ini pun tak akan jauh berbeda dari tahun lalu.

“Realisasi PAD kita di tahun 2025 baru mencapai Rp 179,25 miliar. Jika kita tidak membuat terobosan, realisasi PAD tahun 2026 ini pun tidak akan berbeda,” ujar Mukhlisin, Senin (6/4/2026).

Ia menilai masih banyak potensi daerah yang belum tergarap secara maksimal untuk mendongkrak PAD.

Mukhlisin mengatakan, sebenarnya ada sejumlah cara yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan tersebut.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan menerapkan retribusi sebesar Rp 20 per kilogram dari setiap Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

“Ini salah satu opsi yang bisa kita dorong untuk meningkatkan PAD. Ini gagasan pak bupati Suhardiman yang sangat realistis,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan retribusi tersebut dapat dilakukan selama memiliki dasar regulasi yang jelas.

Retribusi itu nantinya dipungut melalui penyediaan jasa timbangan yang didirikan oleh pemerintah daerah di setiap Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Mukhlisin menjelaskan, kehadiran timbangan milik pemerintah justru akan memberikan keuntungan bagi para petani sawit.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan menyediakan fasilitas serta layanan timbangan tersebut, sehingga retribusi yang dipungut merupakan bagian dari jasa yang diberikan kepada masyarakat.

“Timbangan itu lebih akurat dan ditera secara berkala oleh pemkab, sehingga petani tidak dirugikan,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.