SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Perwakilan PT Great Wall Steel (GWS) menyebut bahwa ledakan yang terjadi di pabrik peleburan baja itu terjadi saat pemotongan besi tua.
Satu korban meninggal dunia dan dua orang luka berat dalam insiden yang terjadi di Kecamatan Waru, Sidoarjo tersebut.
Hal itu disampaikan HRD General Affair PT GWS, Heri Prasetyo, kepada media di Sidoarjo.
Menurutnya, dari kejadian ini tiga orang menjadi korban, yakni dua orang pekerja PT GWS yang mengalami luka berat, serta satu orang sopir perusahaan lain meninggal dunia.
"Dua korban luka-luka yang merupakan pekerja PT GWS sedang melakukan pemotongan terhadap besi tua yang kemudian meledak lalu melukai keduanya."
"Sementara satu orang sopir non karyawan meninggal dunia," kata dia.
Baca juga: Satu Orang Tewas dalam Insiden Ledakan di Waru Sidoarjo, Sedangkan Dua Orang Lainnya Luka-luka
Heri menyatakan, sopir yang meninggal tersebut bekerja untuk salah satu perusahaan penyedia (supplier) besi yang sedang beristirahat yang lokasinya sekitar 50 meter dari lokasi ledakan.
Sopir yang meninggal tersebut terkena pecahan besi yang terpental dan mengenai badan korban.
Heri menyatakan bahwa sopir tersebut dinyatakan meninggal dunia saat dibawa menuju rumah sakit.
Disampaikannya, besi tua yang menyebabkan ledakan tersebut saat ini sedang diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna memastikan penyebab ledakan hebat itu.
Saat ini, Heri menyatakan bahwa perusahaan belum dapat memastikan asal mula maupun kandungan yang terdapat dalam besi tua yang meledak tersebut.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan pemotongan besi tua di perusahaan yang berada di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo itu sejatinya telah dilaksanakan sesuai prosedur dan standar peraturan yang berlaku.
"Bahkan sopir dari luar perusahaan yang memasuki area pabrik juga diwajibkan mengenakan helm," katanya.
Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh kepada para korban serta warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat lontaran besi tua pada ledakan tersebut.
Di sisi lain polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah saksi juga dimintai petugas untuk memastikan semua terkait peristiwa ini.
Baca juga: Dua Kali Curi Kotak Amal, Residivis Asal Pasuruan Tertangkap di Sidoarjo