Anggota DPRA Minta Bertemu Khusus dengan Mualem tanpa Pimpinan Dewan, Ada Apa?
Saifullah April 06, 2026 10:36 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rijaluddin meminta pertemuan khusus dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, tanpa kehadiran unsur pimpinan dewan. 

Rijaluddin menyebutkan bahwa permintaan itu mewakili seluruh anggota DPRA periode 2024-2029.

Permintaan itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Mualem dan seluruh anggota DPRA pada penghujung rapat paripurna di gedung utama DPRA, Senin (6/4/2026).

“Pak Gubernur, kami meminta seluruh anggota DPRA berjumpa dengan Pak Gubernur tanpa pimpinan. Setuju kawan-kawan semuanya?” pinta Rijaluddin yang disambut sahutan “setuju” oleh anggota dewan lainnya. 

“Itu permohonan kami dari lubuk hati paling dalam, Pak Gubernur kami mohon kebijaksanaannya,” lanjutnya. 

Sebelumnya, Rijaluddin sudah beberapa kali meminta kesempatan interupsi dalam rapat tersebut. 

Namun, tidak diizinkan oleh Ketua DPRA, Zulfadhli selaku pimpinan sidang karena menilai hal itu tidak tepat disampaikan dalam forum paripurna.

Namun, di penghujung rapat paripurna, politikus PKB itu bersikeras tetap menyampaikan interupsinya dan menegaskan bahwa permintaan tersebut ditujukan khusus kepada Gubernur Aceh.

Baca juga: Martini Blak-blakan soal Pokir, Satu Anggota DPRA hanya Dapat Rp4 M

Tetapi, Ketua DPRA juga bersikap tegas dan dengan nada tinggi meminta Rijaluddin untuk tidak menyampaikan interupsi.

Belum diketahui secara pasti alasan di balik permintaan pertemuan tanpa pimpinan tersebut.

Namun dinamika ini menjadi sorotan dalam jalannya sidang dewan.

Bahkan, saat dikonfirmasi langsung, Rijaluddin berkilah agar maksud dari interupsinya dijelaskan dalam wawancara langsung di lain waktu.

“Kalau bisa nanti kita wawancara aja,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.