BANGKAPOS.COM -- Inilah peringatan penting yang mewarnai tanggal 7 April 2026.
Ada sejumlah momen yang diperingati, mulai dari Hari Kesehatan Sedunia, Hari Refleksi Internasional terhadap Genosida di Rwanda, Hari Berang-berang Internasional, Hari Koran Kertas Internasional, dan Hari Aksi SAAM.
Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Bersama untuk kesehatan, dukung sains”.
Kampanye ini menyoroti pentingnya kolaborasi ilmiah dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, lingkungan, dan planet secara keseluruhan melalui pendekatan One Health.
Selain merayakan kemajuan sains, kampanye ini juga mendorong masyarakat untuk lebih percaya pada bukti ilmiah serta berpartisipasi aktif dalam menyebarkan manfaatnya.
Baca juga: Harga HP Samsung A36 5G Terbaru April 2026 Turun Segini, Makin Affordable Intip Spesifikasinya
Di sisi lain, Hari Refleksi Internasional terhadap Genosida di Rwanda menjadi momen untuk mengenang tragedi kemanusiaan pada tahun 1994.
Dalam kurun waktu sekitar 100 hari, sekitar 800.000 orang tewas akibat konflik etnis antara kelompok Hutu dan Tutsi. Peristiwa ini dipicu oleh jatuhnya pesawat Presiden Juvénal Habyarimana dan berkembang menjadi kekerasan massal yang brutal.
Tragedi ini kemudian menjadi pelajaran penting bagi dunia, hingga melahirkan prinsip “tanggung jawab untuk melindungi” agar kejadian serupa tidak terulang.
Tanggal 7 April juga diperingati sebagai Hari Berang-berang Internasional.
Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran berang-berang dalam ekosistem sekaligus mengenang Dorothy Richards, seorang peneliti yang mendedikasikan hidupnya untuk melindungi satwa tersebut. Berkat upaya konservasi, populasi berang-berang yang sempat menurun drastis kini perlahan mulai pulih.
Selain itu, ada pula Hari Koran Kertas Internasional yang mengajak masyarakat untuk kembali menikmati pengalaman membaca media cetak.
Tak kalah penting, Hari Aksi SAAM hadir sebagai bagian dari kampanye kesadaran terhadap kekerasan seksual. Peringatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, mendukung para penyintas, serta mendorong perubahan sosial agar tercipta lingkungan yang lebih aman.
Gerakan ini memiliki akar panjang, salah satunya dari perjuangan Sojourner Truth dalam menentang ketidakadilan.
Peringatan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara sederhana, seperti mengenakan warna teal sebagai simbol dukungan, menyebarkan informasi melalui media sosial, hingga mengadakan kegiatan edukatif di lingkungan sekitar.
(Tribunnews.com/Kompas.com/Bangkapos.com)