Kronologi Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol Usai Diterjang Hujan Deras
Ahmad Tajudin April 07, 2026 12:00 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut informasi terkait kronologi peristiwa jebolnya atap di area terminal 3 keberangkatan internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Insiden yang terjadi pada Senin (6/4/2026) siang itu, sempat menghebohkan penumpang, hingga viral di media sosial.

Penumpang dibuat panik lantaran atap bandara terjatuh saat kondisi hujan deras. Beruntung dalam insiden itu dilaporkan tidak ada korban jiwa ataupun korban luka.

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan mengatakan, kronologi kejadian bermula ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang sejak pukul 12.00 WIB.

Saat itu aktivitas berlangsung normal, para penumpang berjalan dari area konter checkin menuju ruang tunggu sesuai gate pesawat yang akan dinaiki masing-masing.

Sekira 90 menit kemudian petugas Aviation Security (Avsec) melihat adanya air yang menetes dari plafon di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Mendapati hal itu petugas pun meminta penumpang yang ada di bawahnya untuk pindah ke area lain yang lebih aman agar tidak terkena tetasan air hujan.

Tidak lama berselang atap dan plafon ambruk pun terjadi dan membuat lantai sekitar area gate tujuh menjadi tergenang.

"Kronologi awalnya sekitar 13.30 WIB kami menerima informasi ada plafon yang bocor dari petugas di lokasi dan kami meminta area di bawahnya disterilkan," ujar Yudis kepada TribunTangerang.com, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini, Selasa 7 April 2026 Naik Rp 19 Ribu : Cek Daftarnya

"Menurut petugas jebolnya atap diawali tetasan air karema curah hujan deras, sehingga penumpang bisa kami minta pindah duluan agar tidak ada penumpang di bawahnya," sambungnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa ataupun korban luka, air yang tumpah dari atap terminal 3 juga mengenai barang-barang milik pelaku usaha yang ada di bawahnya.

Setelah kejadian berlangsung, petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan. 

"Peralatan milik pelaku usaha ada yang terkena tumpahan air dari plafon namun karyawannya aman tidak ada yang menjadi korban karena sudah pindah lebih dulu," ungkapnya. 

"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," terangnya.

Selain itu hujan deras juga mengakibatkan 10 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain atau divert lantaran tidak dapat mendarat di bandar udara terbesar se-Indonesia itu.

Sejumlah pesawat yang mengalami divert dialihkan menuju bandar udara yang dinilai dekat dengan Soekarno-Hatta diantaranya ialah Bandara Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Radin Inten II Lampung.

Kemudian untuk penerbangan internasional dialihkan menuju Bandara Changi Singapura. Pada bendara tersebut terdapat juga satu pesawat melakukan Return To Base lantaran tidak memungkinkan mendarat karena cuaca yang buruk.

"Cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Tangerang berdampak pada 31 lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," paparnya.

Sementara itu General Manager Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo menuturkan, selama menunggu pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, setiap pilot diminta berputar lebih dahulu menunggu kondisi yang memungkinkan atau holding.

Guna mengantisipasi hal tersebut Airport Operation Control Center (AOCC) menerapkan strategi holding pada 8 lokasi di atas langit Jabodetabek secara berkala.

"Strategi kami saat sedang menunggu urutan landing berlakukan pre-departure clearance, awalnya DPC itu selama 10 menit, apabila semakin padat diberikan kesempatan 20 menit sekali pesawat diberi kesempatan berangkat agar pesawat yang sedang berputar di atas langit Jakarta bisa landing," tuturnya.

Sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) dikerahkan guna melayani pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Petugas yang bekerja dalam area titik tertinggi di Bandara Soetta secara bergantian tersebut tanpa henti berkomunikasi ke setiap pilot maskapai penerbangan melayani lalu lintas pesawat.  

"Alhamdulillah kehandalan teman-teman kami petugas ATC bisa memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin dengan didukung peralatan yang sangat canggih dan prima demi memastikan keselamatan penumpang pesawat," kata dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.