Alhamdulillah Air Muncrat Kedalaman 90 M! Krisis Air Bersih Soppeng Segera Teratasi, Kado HUT ke-765
Sudirman April 07, 2026 12:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Krisis air bersih di Soppeng segera teratasi.

Pengeboran air bersih di belakang rumah jabatan bupati, Jl Pengayoman, Lalabata, Watansoppeng sejak Jumat (3/4/2026) membuahkan hasil.

Ini menjadi kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-765 Soppeng.

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, mengatakan air sudah muncrat kedalaman 90 meter.

Secara geolistrik air deras dan jernih tanpa harus ditreatment penjernih zat kimia diperkirakan pada kedalaman 200 meter.

"Sebelum mengebor mereka bilang kedalaman 50-100 m ada air. Tapi kalau yang paling deras ada di kedalaman 200 meter," ujar Selle KS Dalle, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Gubernur Jadikan Proyek Bor 500 Meter Mata Air Soppeng Jadi Percontohan di Sulsel

Rencananya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman akan melihat langsung proses pengeborannya pada Rabu (8/6/2026).

Andi Sudirman Sulaiman akan hadir sekaligus merayakan HUT Soppeng.

Andi Sudirman Sulaiman akan menjadikan proyek air bersih di Soppeng sebagai percontohan di Sulsel.

"Pak gub sangat mengapresiasi dan akan meminta kabupaten lain datang ke Soppeng," ujar Selle KS Dalle.

Meski sudah mendapatkan air, tim teknis masih terus melakukan pengeboran.

Hal ini dilakukan untuk menjamin keberlanjutan debit serta kualitas air dalam jangka panjang.

Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, mengatakan kedalaman sumur bor ditargetkan 200 meter agar pasokan air bersih bisa stabil sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Namun Hasanuddin belum bisa memastikan berapa banyak pelanggan bisa dilayani setelah pengeboran selesai.

"Tergantung debit airnya. Namun air sumur bor bisa mensuplai wilayah kota yang selama ini mengandalkan mata air Ompo," ujar Hasanuddin.

Pengeboran dilakukan menjadi pilot project di Kabupaten Soppeng.

Selain mata air Ompo, PDAM Soppeng, juga mengandalkan mata air Lempa khususnya wilayah Salotungo.

Selama musim kemarau, Hasanuddin, mengakui debit air berkurang sehingga mempengaruhi kebutuhan air warga Soppeng.

Pelanggan PDAM Soppeng khusus Kecamatan Lalabata sekitar 8 ribu lebih.

Ada sekitar 49 ribu warga menetap di Kecamatan Lalabata.

Ini hampir 34 persen total penduduk kabupaten tanpa garis pantai ini.

Harapan Warga

Warga Salotungo berharap krisis air bersih segera diatasi setelah adanya pengeboran di rujab bupati Soppeng.

Evi warga BTN Taruna Soppeng mengaku sudah beberapa bulan merasakan krisis air bersih.

Ia terpaksa ke masjid mandi dan mencuci.

"Biasa sehari saya empat kali pergi ambil air di masjid. Sekali pergi bonceng dua galon," ujar Evi yang baru berusia 24 tahun.

Direktur PDAM Soppeng Hasanuddin mengakui adanya krisis air di Salotungo.

Salah satu penyebabnya adanya jaringan tersumbat.

"Kami sudah telusuri dan sudah dikerja. Kemungkinan airnya sudah mengalir," tambah Hasanuddin.

Selama musim kemarau, Hasanuddin mengakui debit air turun di Soppeng sehingga ada beberapa daerah tak mendapatkan suplay.

 

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.