Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan para pelaku usaha di Bandar Lampung.
Lonjakan harga yang terjadi bahkan berkisar 30 sampai 40 persen, terutama pada jenis plastik bening atau plastik klip.
Lonjakan harga plastik terjadi secara signifikan di Kota Bandar Lampung seusai Lebaran Idul Fitri.
Pemilik Toko Aneka Plastik yang berlokasi di Jalan Padang, Pasar Tengah, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Beni mengungkapkan bahwa kenaikan ini merupakan yang tertinggi sepanjang ia menjalankan usaha.
"Ini kenaikan paling tinggi yang pernah saya rasakan. Biasanya tidak sampai segini," ujar Beni, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Dinas Perdagangan Bandar Lampung Ungkap Pemicu Kenaikan Harga Plastik
Ia mencontohkan, salah satu produk plastik yang naik yakni jenis PE. "Sebelumnya dijual seharga Rp 38 ribu kini melonjak menjadi Rp 58 ribu," ucapnya.
Kenaikan tersebut terjadi tidak lama setelah perayaan Idul Fitri. Menurut Beni, lonjakan harga tidak hanya terjadi pada plastik klip, tetapi juga hampir seluruh jenis plastik yang bukan berbahan daur ulang.
Berdasar informasi yang ia terima dari pihak pabrik, kenaikan harga dipicu oleh kelangkaan bahan baku. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya produksi serta distribusi barang ke pasaran.
"Dari pabrik memang barangnya lagi susah. Jadi mereka juga membatasi pengiriman ke distributor," jelasnya.
Saat ini, pasokan plastik yang tersedia di tokonya sebagian besar berasal dari distributor di Jakarta. Namun, jumlahnya terbatas sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar secara optimal.
Kondisi ini membuat para pedagang harus menyesuaikan harga jual, meski berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Beni berharap kondisi pasokan bahan baku segera membaik agar harga plastik kembali stabil dan aktivitas usaha dapat berjalan normal seperti sebelumnya.
Salah satu karyawan di Toko Family Plastik yang berlokasi di Jalan Ki Maja No.68, Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Sela mengungkapkan bahwa kenaikan ini menjadi yang tertinggi sepanjang ia berjualan.
Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga, terutama plastik jenis PE (Polyethylene) dan HD (High-Density).
"Sebelum Lebaran, harga plastik PE berada di kisaran Rp 32.500 per kilogram, namun kini melonjak menjadi Rp 53.500 per kilogram," ujarnya.
Sementara itu, plastik HD yang sebelumnya dijual sekitar Rp 35 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 54 ribu per kilogram.
Menurut Sela, lonjakan harga ini sudah terjadi sejak dari tingkat distributor sebelum barang sampai ke tangan pengecer. Selain itu, kondisi diperparah dengan terbatasnya pasokan barang di pasaran.
"Barang sekarang susah didapat. Kalau pun ada, pengiriman dibatasi, biasanya cuma dapat 10 sampai 20 unit saja," ujarnya.
Kelangkaan stok ini membuat banyak pedagang kesulitan memenuhi permintaan konsumen. Bahkan, beberapa jenis plastik kerap kosong di pasaran.
Kenaikan harga yang mencapai hampir Rp 20 ribu per kilogram ini pun menjadi tantangan tersendiri, baik bagi pedagang maupun konsumen, yang harus menyesuaikan dengan kondisi harga terbaru di pasaran.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )