Geger Biskuit Dituding Tak Halal, Ternyata Salah Sasaran dan Bikin Resah
GH News April 07, 2026 02:09 PM
Jakarta -

Sebuah merek biskuit dituding tak halal. Faktanya, klaim itu keliru akibat salah identitas dan sempat bikin resah konsumen. Ini faktanya!

Viral di media sosial, sebuah unggahan yang menyebut biskuit produksi Hup Seng Industries Berhad tidak lagi halal sempat membuat resah konsumen di Malaysia.

Informasi tersebut beredar luas di platform Threads setelah diunggah oleh seorang pengguna bernama Muhamad Adam Adib, seperti yang dikutip dari The Rakyat Post (5/4).

Dalam unggahannya ia menuduh produk biskuit tersebut menggunakan kuas berbahan bulu babi dalam proses produksinya.

Geger Biskuit Dituding Tak HalalBiskuit yang dituding tak halal, padahal halal. Foto: Geger Biskuit Dituding Tak Halal

Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian publik, mengumpulkan lebih dari 1.600 likes dan ratusan repost sebelum akhirnya dihapus.

Namun belakangan terungkap bahwa informasi tersebut keliru karena terjadi kesalahan identitas antara dua perusahaan berbeda.

Produk yang sebenarnya bermasalah adalah milik Tian Hup Seng Biscuit Factory, produsen asal Melaka yang memang sempat dicabut sertifikasi halalnya.

Pencabutan sertifikasi tersebut dilakukan setelah Pusat Analisis Halal Malaysia (MyHAC) menemukan bahwa kuas yang digunakan di fasilitas produksi memiliki karakteristik fisik menyerupai bulu babi.

Geger Biskuit Dituding Tak HalalMerek biskuis yang sertifikasi halalnya dicabut. Foto: Geger Biskuit Dituding Tak Halal

Akibatnya, perusahaan tersebut diperintahkan untuk menghentikan penggunaan logo halal, menarik produk dari pasaran, serta menjalani proses sertu atau penyucian sesuai hukum Islam sebelum dapat mengajukan sertifikasi ulang.

Sementara itu, Hup Seng Industries Berhad yang berbasis di Johor ditegaskan sebagai entitas berbeda dan hingga kini tetap mempertahankan status halal produknya.

Kesalahan informasi ini memicu kritik luas, terutama setelah pengunggah awal mencoba membela diri dengan menyebut sumbernya berasal dari Facebook.

Ia bahkan menyatakan bahwa jika informasi tersebut salah, "orang lain seharusnya disalahkan lebih dulu," yang dinilai netizen sebagai bentuk lepas tanggung jawab.

Sejumlah pengguna media sosial pun bergerak cepat meluruskan informasi. Salah satu unggahan klarifikasi yang viral menampilkan perbandingan kedua merek tersebut.

Dalam unggahan itu tertulis, "Teman-teman, jangan salah informasi dan salah berbagi ya," sebagai imbauan agar publik lebih berhati-hati.

Dampak hoaks ini bahkan meluas hingga ke percakapan keluarga. Seorang pengguna Threads mengungkapkan kekesalannya karena ibunya ikut percaya informasi tersebut setelah menerima pesan berantai di WhatsApp.

Ia menulis, "Sumpah kesal banget dengan orang yang menyebarkan fitnah ini. Tanpa alasan, ibu saya jadi percaya biskuit ini tidak halal."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.