SURYA.CO.ID, PACITAN - Sebanyak 247 jemaah haji asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), dipastikan tetap berangkat menuju Tanah Suci pada 27 April 2026 mendatang. Ratusan jemaah ini akan tergabung dalam kloter 25 bersama jemaah dari Kabupaten Madiun dan Kota Surabaya.
Meski situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas akibat konflik global, antusiasme jemaah haji Pacitan terpantau tetap stabil.
Hingga saat ini, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat melaporkan tidak ada satu pun jemaah yang mengundurkan diri.
“Perihal konflik timur tengah, jemaah kami tidak ada yang mengundurkan diri. Ada yang tanya tapi tetap berangkat,” ungkap Plt Kepala Kantor Kemenhaj Pacitan, Marjuni, Selasa (7/4/2026).
Marjuni menegaskan, bahwa persiapan pemberangkatan telah mencapai 90 persen. Seluruh dokumen perjalanan dan logistik jemaah sudah dalam tahap finalisasi untuk keberangkatan melalui Embarkasi Surabaya.
Menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi strategis untuk menjamin keselamatan jemaah.
Marjuni menjelaskan terdapat tiga skenario utama yang disiapkan oleh kementerian pusat:
“Sampai sekarang skenario pertama yang masih kami pegang. Kami memohon doa agar situasi segera membaik dan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Marjuni yang juga menjabat sebagai Kepala Kemenhaj Ponorogo tersebut.
Jemaah haji asal Pacitan dijadwalkan masuk dalam Gelombang 1 melalui Bandara Internasional Juanda (Embarkasi Surabaya). Berikut adalah detail teknis keberangkatan:
Kemenhaj memastikan, bahwa meskipun ada kekhawatiran dari keluarga, koordinasi dengan otoritas penerbangan dan pemerintah Arab Saudi terus dilakukan secara intensif untuk memastikan jalur udara yang dilalui pesawat pengangkut jemaah tetap dalam status aman.
Berdasarkan data historis, pengalihan rute penerbangan haji pernah dilakukan saat terjadi konflik di wilayah udara tertentu untuk menjamin keamanan.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenag dan Kemenhub selalu berkoordinasi dengan otoritas penerbangan internasional (IATA) untuk memantau NOTAM (Notice to Airmen) secara real-time. Hal ini dilakukan agar keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di atas efisiensi biaya operasional.
Kemenag mengimbau seluruh jemaah haji asal Pacitan untuk tetap tenang dan fokus pada persiapan fisik serta manasik haji. Keluarga jemaah diminta untuk hanya memantau informasi resmi dari kanal komunikasi Kemenhaj, atau pemerintah daerah guna menghindari disinformasi atau hoaks terkait pembatalan haji akibat perang. Pastikan kesehatan terjaga sebelum memasuki asrama haji.