Nasib Siswa SMAN 2 Prabumulih Usai Dana Bos Rp 942 Juta Dibobol, Tak Bisa Bayar Listrik & Wifi
Slamet Teguh April 07, 2026 07:01 PM

 

Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Hilangnya dana dari rekening Sistem Informasi BOS (SiBOS) di SMA Negeri 2 Prabumulih sebesar Rp 942 juta akibat dibobol empat tersangka yang telah diamankan Ditreskrimsus Polda Sumsel, ternyata berimbas terhadap operasional sekolah.

Karena kejadian tersebut, tagihan listrik hingga wifi tidak bisa dibayar karena dananya tidak ada.

"Jelas mengganggu, tidak bisa bayar tagihan listrik dan wifi. Karena anak-anak butuh internet untuk belajar, tapi tidak sempat diputus karena alhamdulillah ada hamba Allah yang membantu kita membayarnya," ungkap Wakil Kepala Sekolah Bagian Humas SMA Negeri 2 Prabumulih, Reni Desi Arni SAg, ketika dibincangi di SMA Negeri 2 Prabumulih, Selasa (7/4/2026).

Reni mengatakan, meskipun guru dan pelajar tidak terganggu dalam kegiatan belajar mengajar, namun kegiatan lomba sedikit terhambat karena tidak ada dana.

"Tapi pelajar berinisiatif memakai uang mereka sendiri, begitu juga untuk operasional ATK (Alat Tulis Kantor). Untungnya kita masih ada sisa yang lama, jadi kita gunakan itu. Alhamdulillah ada hamba Allah membantu sehingga listrik, wifi, ruang digital, dan dapodik dapat beroperasi sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.

Baca juga: Imbas Pembobolan Dana BOS, Sekolah di Prabumulih Diminta Perketat Keamanan Transaksi Digital

Baca juga: Bobol Website Dana Bos SMAN 2 Prabumulih, 4 Pelaku Berhasil Kuras Saldo Rekening Hingga Rp 942 Juta

Lebih lanjut, Reni menegaskan pihaknya mendapat kabar gembira lantaran dana yang hilang Rp 942 juta telah dikembalikan oleh Bank Sumsel Babel dan telah masuk ke rekening Sistem Informasi BOS (SiBOS) di SMA Negeri 2 Prabumulih.

"Alhamdulillah dana sudah dikembalikan semua oleh Bank Sumsel Babel, namun belum bisa dicairkan karena menunggu kami membuat RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Ke depan ulangan dan biaya lainnya bisa teratasi, termasuk gaji guru yang ber-UNPTK yang sempat dipinjam dari koperasi sekolah bisa dikembalikan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Kota Prabumulih, Izzudin, ketika dikonfirmasi terkait dana BOS yang dikembalikan ke rekening sekolah secara utuh, belum bisa memberikan pernyataan.

"Kami belum mengetahui terkait itu, karena pihak Polda Sumsel langsung berkoordinasi dengan kantor pusat, bukan ke cabang, jadi kami belum bisa menanggapi itu," katanya.

Terkait apakah sudah ada pihak sekolah ke BSB Prabumulih untuk proses pencairan dana, Izzudin juga mengaku belum ada.

"Belum ada, kita tunggu saja kabarnya, karena koordinasi Polda langsung ke pusat," bebernya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.