Calon Haji Asal Tasikmalaya Tetap Berangkat Di Tengah Konflik Timur Tengah
ferri amiril April 07, 2026 07:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya memastikan keberangkatan calon jemaah haji tahun 2026 tetap berjalan di tengah konflik Timteng.

Bahkan untuk persiapan syarat hingga pembuatan visa di bulan April 2026 sudah 100 persen tinggal menunggu keberangkatan.

"Kalau untuk mitigasinya kita sudah lakukan, dan pada intinya sampai hari ini kegiatan progres kegiatan sesuai dengan jadwal belum ada perubahan," kata Kepala Kementrian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya Husna Mustofa dikonfirmasi TribunPriangan.com, Selasa (7/4/2026).

Husna menjelaskan, untuk jadwal keberangkatan calon jemaah haji asal Kota Tasikmalaya bakal dilaksanakan pada pertengahan April 2026.

"Untuk 21 April masuk ke asrama haji dengan keberangkatan tanggal 23 April 2026, dan semuanya belum ada perubahan jadwal. Karena, kebetulan rute biasa langsung direct dan tidak lewat zona perang," kata Husna.

Baca juga: Jemaah Haji Pangandaran Tak Perlu Khawatir, Jika Rute Berubah karena Perang Tak Ada Biaya Tambahan

Soal jarak tempuh tidak ada perubahan maupun lebih lama, karena semuanya tidak ada yang transit seperti keberangkatan umrah pada umumnya.

"Jarak tempuh tidak ada perbedaan, karena ke madinah tidak lewat zona perang dan tidak ada masalah dan masih berjalan," pungkasnya.

Ditanyai soal apakah ada penambahan biaya, ia menegaskan untuk tahun ini ada penurunan biaya sesuai arahan presiden Prabowo Subianto.

"Tidak ada, karena pak Prabowo sudah memberikan pernyataan apapun terjadi kalaupun ada penerbangan tidak ada kenaikan," jelasnya.

Untuk biaya perorang tahun ini, calon jemaah haji harus merogoh kocek sekitar Rp91 juta lebih dan ada penurunan harga sejak dua tahun ini.

"Turun dengan rata-rata 5 juta tahun kemarin, dan sekarang turun 2 juta. Sedangkan untuk Embarkasi turun Rp400-500 ribu," ucap Husna.

Alasan penurunan ini sudah sesuai arahan presiden dan unsur terkait tidak akan mempersulit ataupun menambah biaya perjalanan haji.

"Karena sudah perintah pak presiden, kalau pelayanan haji meningkat tapi ongkos haji menurun," tambahnya.

Saat ini Husna mengaku, jumlah calon jemaah haji mencapai 1339 orang dan sudah dipantau semua syarat sampai kondisi calhaj.

"Sudah selesai semuanya 100 persen, hanya kita memantau beberapa hari kedepan seperti apa, dan ada dua orang yang sakit tapi kita sudah antisipasi sejak awal," katanya.

Sementara untuk rata-rata umur termuda sampai tertua sudah didata bagi calhaj yang akan berangkat di bulan April ini.

"Paling muda 15 tahun perempuan, dan paling tua 86 tahun ada laki-laki dan perempuan sekitar dua orang," jelas Husna.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.