BANGKAPOS.COM - Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) mengonfirmasi bahwa satu kapal komersialnya telah diizinkan keluar dari Selat Hormuz menyusul komunikasi tingkat tinggi antara PM Anwar Ibrahim dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran terus berkoordinasi intensif dengan otoritas Iran guna memastikan dua kapal tanker Pertamina mendapatkan lampu hijau serupa untuk melanjutkan pelayaran.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan salah satu kapal yang sebelumnya tertahan di Selat Hormuz telah diizinkan melintas dan sedang melanjutkan pelayaran.
Kemlu Malaysia menyebut Iran telah memberikan izin berlayar bagi satu dari tujuh kapal komersial Malaysia yang terjebak.
Baca juga: Cek Fakta Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit karena Stroke
Izin berlayar ini diberikan Iran usai komunikasi diplomatik tingkat tinggi antara kedua negara.
Komunikasi diplomatik tersebut termasuk antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 26 Maret dan komunikasi tingkat Menteri Luar Negeri pada 24 Maret.
"Malaysia tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip kebebasan navigasi, keselamatan, dan keamanan penyeberangan maritim sesuai hukum internasional," demikian pernyataan Kemu Malaysia dikutip Bernama, Selasa (7/4/2026).
"Malaysia juga menegaskan pentingnya dialog dan keterlibatan diplomatik untuk mengatasi masalah regional dan menjaga perdamaian serta stabilitas."
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyatakan salah satu kapal Malaysia yang tertahan telah berlayar keluar dari Selat Hormuz pada Senin (6/4/2026).
"Kami menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah melupakan sahabat," demikian pernyataan Kedubes Iran di Malaysia via media sosial X.
Bagaimana dengan kapal Pertamina?
Selain tujuh kapal berbendera Malaysia, dua kapal Pertamina dilaporkan turut terjebak di Selat Hormuz akibat perang yang diluncurkan AS-Israel sejak 28 Februari 2026.
Pada 28 Maret, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan Iran untuk mengupayakan dua kapal tersebut keluar dari Selat Hormuz.
Nabyl mengatakan pihak Iran telah memberi respons positif tentang dua kapal tanker Pertamina yang tertahan. Menurutnya, Kemlu dan KBRI Teheran terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk pemulangan kapal.
Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita juga mengatakan pihaknya telah membahas teknis pembebasan dua kapal yang masih terjebak di Selat Hormuz.
“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Vega Pita di Jakarta, Sabtu (28/3/2026)
(Kompas/Tribunnews)