Cuaca Buruk, Lion Air Jayapura-Manokwari Delay: 147 Penumpang Pulang dan 32 Orang Ajukan Refund
Paul Manahara Tambunan April 07, 2026 10:27 PM

 

​Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Penerbangan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 799 rute Jayapura-Manokwari mengalami penundaan (delay) akibat cuaca buruk di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, pada Selasa (7/4/2026).

​Pesawat yang dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Sentani pada pukul 10.30 WIT tersebut terpaksa menunda keberangkatan setelah kondisi cuaca di bandara tujuan dianggap tidak memungkinkan untuk pendaratan.

​Kepala Humas Bandara Internasional Sentani, Mahesa Citra Nusantara, mengungkapkan bahwa pihak maskapai sebenarnya telah mengajukan permohonan keberangkatan sebanyak dua kali. Namun, upaya tersebut batal dilakukan karena kondisi cuaca di Manokwari tidak kunjung membaik.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jayapura Besok, Rabu 8 April 2026: Jayapura Utara Cerah Berawan

​"Kondisi ini mengakibatkan sebanyak 147 calon penumpang memilih pulang ke kediaman masing-masing, 42 orang menginap di hotel yang disediakan, sementara 32 orang lainnya memilih untuk melakukan pengembalian biaya tiket atau refund," ujar Mahesa.

​Meskipun jam operasional (Operating Hours) Bandara Sentani normalnya hanya sampai pukul 17.30 WIT, Mahesa menegaskan bahwa pihaknya memberikan kebijakan perpanjangan (extend) layanan untuk menangani kasus penundaan akibat kendala cuaca atau teknis.

​Ia memastikan fasilitas bandara tetap disiagakan untuk melayani penumpang selama pesawat belum diberangkatkan.

​"Pada prinsipnya, kami selaku operator bandara akan tetap beroperasi sampai dengan last flight. Pelayanan kepada pengguna jasa, termasuk listrik, AC, air, fasilitas x-ray, petugas avsec, hingga kebersihan akan tetap siaga," tegasnya.

Baca juga: Menteri HAM Natalius Pigai Kirim Tim ke Dogiyai Papua Tengah, Serukan Dialog Pasca-kerusuhan

​Terkait data pasti jumlah penumpang yang akan diberangkatkan, pihak bandara menyatakan masih menunggu informasi resmi dari pihak maskapai.

​"Kami baru akan mendapatkan data manifest penumpang jika pesawat sudah terbang. Hal tersebut merupakan kewenangan penuh dari pihak maskapai," tutup Mahesa. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.