Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNDEPOK- Warga Jabodetabek akhirnya bakal bisa bernafas lega terbebas dari kemacetan jalur puncak di hari libur akhir pekan.
Pasalnya Pemerintah Kabupaten Bogor tengah mewacanakan pengadaan bus wisata tingkat gratis yang akan beroperasi hingga puncak pass di perbatasan Kabupaten Cianjur.
Nantinya bakal disediakan bus double decker dengan atap terbuka bagi wisatawan puncak.
Sehingga bus itu akan menjadi angkutan wisata andalan untuk menikmati keindahan Bumi Tegar Beriman tersebut.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengkaji rencana pengadaan bus wisata tersebut.
Rencananya bus akan beroperasi dari Cibinong hingga Puncak Pass.
"Jadi rencana bus tersebut kita ingin operasikan dari Cibinong hingga ke perbatasan Cianjur yaitu ke arah Cisarua ke Puncak," ujarnya, Senin (6/4/2026) seperti dimuat TribunBogor.
Dengan adanya angkutan tersebut nantinya masyarakat tak perlu membawa kendaraan ke kawasan Puncak Bogor yang terkenal macet.
Pasalnya, masyarakat dapat menyimpan kendaraanya di Stadion Pakansari kemudian naik bus wisata.
"Di Stadion Pakansari bisa kuliner dulu, bisa olahraga dulu, dari Pakansari bisa menikmati udara segar Kabupaten Bogor menyusuri kebun teh di jalur Puncak," katanya.
Dengan adanya rencana tersebut, ia meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar Kabupaten Bogor bisa lebih baik lagi ke depannya.
"Rekan-rekan sekalian kita mohon doa dukungan bersama-sama, kita ingin Bogor kedepan memiliki wajah baru yang lebih baik," katanya.
Sebagai informasi, rencana pengadaan bus wisata di Kabupaten Bogor tersebut juga pernah dikemukakan Rudy Susmanto pada pertengahan tahun lalu.
Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa bus yang akan digunakan merupakan aset daerah yang kurang optimal.
Ia mengatakan, kendaraan yang tak produktif tersebut akan dimodifikasi menjadi bus bertingkat dengan menggandeng perusahaan otomotif.
"Kita gak membeli baru tapi memanfaatkan beberapa armada yang kita miliki hari ini yang jarang dipakai. Kita lagi mau coba undang karoseri kalau, di karoseri jadi bus tingkat," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/5/2025).
Pada awal rencana itu mencuat, ia mengatakan rute yang akan dilalui oleh bus wisata tersebut meliputi Jalan Tegar Beriman-Tugu Pancakarsa-JungleLand.
Baca juga: Pagi Ini One Way ke Arah Atas di Jalur Puncak Bogor, Cek Jadwal Ganjil Genap 4-5 April 2026
Ia juga menyebut bus tersebut nantinya akan digratiskan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan Kabupaten Bogor.
"Kalau itu tiap hari ada bus tingkat beroperasi jam-jam tertentu malam hari, minimal menjadi sebuah destinasi wisata bisa menambah keindahan Kabupaten Bogor,"
katanya.
Diketahui kemacetan di Jalan Raya Puncak Bogor sudah menjadi rutinitas warga Jabodetabek yang ingin berlibur di Puncak.
Bahkan dari Jakarta ke Puncak bisa memakan waktu perjalanan 5 jam karena macet dari waktu tempuh normal 2 hingga 3 jam.
Selama ini pemerintah hanya memberikan solusi sementara yakni seperti pemberlakuan buka tutup alias one way Puncak.
Misalnya pada libur panjang paskah 5 April 2026 lalu, pihak kepolisian pada siang hari memberlakukan one way khusus arah bawah Puncak-Jakarta.
Hal ini juga disampaikan melalui akun Satlantas Polres Bogor dalam akun media sosial instagramnya.
"Minggu, 05 April 2026 Pukul 11.30 Wib - Jalur wisata Puncak dalam proses one way arah Jakarta/Bawah," tulis akun tersebut.
Seperti diketahui, Satlantas Polres Bogor telah memberlakukan sistem one way di puncak bogor sejak Sabtu 4 April 2026 kemarin.
Pemberlakuan one way ini dilakukan menyikapi meningkatnya jumlah wisatawan saat libur panjang sejak hari Jumat lalu.
Skema One Way bersifat situasional tergantung diskresi kepolisian dan kondisi riil di lapangan.
One Way Menuju Puncak (Naik): 07.00-12.00 WIB.
One way bisa lebih panjang durasinya jika volume kendaraan ke arah Puncak masih membeludak.
One Way Menuju Jakarta (Turun): Diprakirakan mulai pukul 12.30 WIB hingga 18.00 WIB.
Arus akan diprioritaskan bagi wisatawan yang hendak pulang. Durasi bisa diperpanjang jika terjadi antrean panjang di titik penyempitan jalan seperti Pasar Cisarua.
(TribunDepok/DES/TribunBogor)