TRIBUNNEWS.COM - DNA Eropa Liverpool sebagai klub tersukses Inggris di ajang Liga Champions, dipertaruhkan saat melawan PSG pada leg pertama babak 8 besar, Kamis (9/4/2026) dinihari nanti.
Bertanding di Parc des Princes yang merupakan kandang PSG, Liverpool justru sedang berada dalam situasi terpojok.
Tak bisa disangkal, performa Liverpool pada musim penuh kedua dilatih Arne Slot tampaknya jauh dari kata mengesankan.
Meskipun mampu lolos ke babak 8 besar Liga Champions, kondisi Liverpool masih labil.
Kekalahan pada laga terakhir melawan Manchester City (4-0) yang berujung melayangnya tiket semifinal Piala FA jadi buktinya.
Hasil negatif tersebut seakan kian mempertegas performa inkonsisten Liverpool dalam mengarungi kompetisi musim ini.
Kini, The Reds sudah menelan pil pahit berupa kekalahan sebanyak 15 kali di semua kompetisi musim 2025/2026.
Jumlah tersebut bertambah satu kali lagi alias 16 laga, jika dihitung dengan kekalahan Liverpool di ajang Community Shield.
Kalah dalam 16 laga, ketika masih berjuang di dua kompetisi berbeda, jelas menjadi tanda anjloknya performa Liverpool sebagai juara bertahan.
Bayang-bayang masa kegelapan Liverpool yang pernah kalah sampai 18 kali dalam semusim ketika ditangani Brendan Rodgers pada musim 2014/2015 pun kini membayangi Arne Slot.
Apesnya, setelah tersingkir tragis di babak perempat final Piala FA, Liverpool kini juga rawan tersingkir pada babak yang sama di Liga Champions.
Bertemu dengan PSG dalam kondisi terpojok, jelas menjadi bekal yang kurang ideal bagi Liverpool.
Situasi kian pelik, karena PSG justru sedang menuju performa terbaiknya lagi di paruh kedua musim ini.
Kemenangan telak beruntun yang diukir PSG dalam empat laga terakhir, termasuk saat mengalahkan Chelsea dengan skor telak dalam dua leg di babak 16 besar, menjadi bukti performa Les Parisiens mulai mengganas.
PSG juga diuntungkan dengan kenangan manis di babak 16 besar Liga Champions musim lalu, saat menyingkirkan Liverpool lewat adu penalti.
Berkaca dari hal itu, Liverpool jelas tidak terlalu diunggulkan untuk mengalahkan PSG yang akan bermain sebagai tuan rumah terlebih dahulu.
Di titik kritis inilah, DNA Eropa yang dimiliki Liverpool sebagai pemilik lima trofi Liga Champions bakal diuji.
Pelatih Liverpool, Arne Slot pun menantang para pemainnya untuk memberikan respon terbaik setelah kalah dari Manchester City.
Arne Slot menyadari bahwa kekalahan telak melawan Manchester City, disebabkan kegagalan Liverpool yang tidak bisa memainkan sepak bola terbaik di momen kritis.
"Ini bukan pertama kalinya mengalami situasi 15-20 menit dalam sebuah laga, di mana kami gagal memainkan sepak bola terbaik kami," akui Arne Slot dalam sesi konferensi pers, dilansir Daily Mail.
"Itu juga bukan pertama kalinya kami langsung dengan hukuman gol, terkadang satu atau dua gol,"
"Tentu laga ini akan menjadi tantangan bagi kita, jika kami tidak tampil baik, ini akan menjadi malam yang sangat sulit,"
"Musim lalu, kita mungkin pantas kalah 4-0 di sini, tetapi indahnya sepak bola, kita justru bisa mencetak gol kemenangan di menit ke-85, itu seperti sebuah perampokan," tukasnya.
Lebih lanjut, Arne Slot menyakini laga melawan PSG sebagai momen krusial untuk bangkit di situasi genting musim ini.
"Klub ini selalu menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit kembali di saat sulit," tegas Slot.
"Kami telah mengalami banyak momen sulit musim ini dan berhasil bangkit beberapa kali, tetapi kemudian jatuh lagi,"
"Jadi kita ahrus menunjukkan mentalitas itu lagi, kami harus terus maju dan bangkit setelah kekecewaan besar," tambahnya.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)