Polres Kediri Tangkap 13 Orang Usai Konvoi, Diduga Terlibat Pengadangan dan Pengeroyokan 
Sri Wahyuni April 08, 2026 12:44 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Polisi menangkap 13 orang terkait kasus pengeroyokan di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kasus pengeroyokan itu bermula dari aksi konvoi yang berujung pengadangan yang diwarnai pengeroyokan.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Desa Blabak, Kecamatan Kandat, sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (3/4/2026).

Saat itu, rombongan pengendara motor tengah dalam perjalanan pulang usai menghadiri kegiatan halal bihalal di wilayah Blitar.

Namun di tengah perjalanan, rombongan tersebut diadang oleh sekelompok orang.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi dugaan pengeroyokan terhadap salah satu korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan merasakan sakit di bagian punggung.

Kasus ini kemudian dilaporkan dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Tim gabungan dari Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri bersama Unit Reskrim Polsek Kandat dan Polsek Ngancar segera melakukan penyelidikan.

Hasilnya, sebanyak 13 orang berhasil diamankan di sejumlah lokasi berbeda pada Senin (6/4/2026) malam.

Baca juga: Polres Tulungagung Tangkap 10 Pencuri Kabel Tembaga Milik Telkom

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku.

"Sebanyak 13 orang telah diamankan. Saat ini kami masih mendalami keterlibatan masing-masing, termasuk yang diduga berperan langsung dalam aksi penghadangan maupun pengeroyokan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, beberapa orang diketahui terlibat langsung dalam aksi penghadangan dan kekerasan terhadap korban.

Bahkan, satu di antaranya merupakan residivis dalam kasus sebelumnya.

Sementara itu, sebagian dari terduga pelaku lainnya diketahui masih berstatus pelajar. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.

Dalam proses penyidikan, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya hasil visum korban, rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, serta beberapa unit telepon seluler yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Joshua menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami akan menindak tegas setiap tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik, khususnya yang melibatkan kelompok tertentu," tegasnya.

Joshua juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk tidak mudah terprovokasi dan menghindari kegiatan konvoi yang berpotensi menimbulkan gesekan.

Polisi juga menekankan pentingnya menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif, terutama di ruang publik yang rawan terjadi gesekan antar kelompok.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu konflik. Selesaikan permasalahan melalui komunikasi dan jalur hukum," imbuhnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.