Lansia dan Ibu Hamil Tak Perlu Antre Lama, Inovasi Digital Latsar Permudah Layanan di Puskesmas
Ansar April 08, 2026 01:20 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Aktivitas pelayanan di UPT Puskesmas Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terpantau ramai pada Rabu (08/04/2026) pagi.

Pukul 08.30 Wita, puluhan warga lanjut usia (lansia) terlihat memadati loket antrean di gedung tengah puskesmas.

Tidak hanya lansia, antrean juga didominasi warga usia produktif yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Mereka tampak duduk tertib menunggu giliran, sembari menanti panggilan dari petugas pelayanan.

Di lokasi terpisah, sekitar tujuh pasien ibu hamil terlihat menunggu pemeriksaan di Gedung PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar).

Para pasien tersebut menjalani antrean untuk mendapatkan layanan pemeriksaan rutin kehamilan.

Suasana pelayanan berlangsung tertib meski jumlah pasien cukup ramai sejak pagi hari.

Aktivitas pelayanan terpusat di area depan loket antrean yang berada di antara ruang pemeriksaan, tata usaha, dan laboratorium.

Pada saat yang sama, Kepala UPT Puskesmas Bulukunyi, Ramli, tampak mendampingi Wahyuni dan peserta Latsar yang sedang memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan program nasional pemerintah.

Ramli menjelaskan, kegiatan itu juga menjadi bagian dari inovasi pelayanan yang dikembangkan oleh peserta Latsar CPNS di Puskesmas Bulukunyi.

“Latsar ini merupakan tugas dari teman-teman CPNS yang sedang menjalani masa aktualisasi. Mereka dibimbing oleh mentor dan coach untuk mengimplementasikan program yang telah dirancang,” ujar Ramli.

Ia menyebutkan, terdapat tujuh peserta Latsar yang menjalankan inovasi berbasis digital di puskesmas tersebut.

“Rata-rata mereka menggunakan aplikasi dan sistem barcode dalam proyeknya,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan digital ini mempermudah masyarakat dalam memahami informasi kesehatan.

“Model edukasi berbasis digital ini membantu masyarakat memahami masalah penyakit dengan lebih cepat dan mudah,” tambahnya.

Ramli juga menilai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Selain itu, peserta Latsar juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat.

“Mereka bekerja sama dengan perawat untuk sosialisasi cek kesehatan gratis di desa-desa,” katanya.

Ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi.

Sementara itu, Wahyuni selaku Perawat Ahli Pertama menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan berfokus pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“CKG ini merupakan program nasional pemerintah yang memberikan hak kepada seluruh warga negara Indonesia untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut hanya dapat dimanfaatkan satu kali dalam setahun.

“Setiap warga memiliki jatah satu kali dalam satu tahun untuk melakukan cek kesehatan gratis,” jelasnya.

Menurut Wahyuni, program ini bersifat promotif dan preventif untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

“CKG tidak hanya untuk orang sakit, tetapi juga untuk masyarakat yang sehat agar bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, layanan CKG mencakup berbagai pemeriksaan dasar.

“Mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga tekanan darah untuk mengetahui status gizi,” ungkapnya.

Selain itu, tersedia pula pemeriksaan lanjutan seperti layanan laboratorium sederhana serta pemeriksaan gigi dan mulut.

Ia menambahkan, seluruh tenaga kesehatan terlibat dalam pelaksanaan program ini, termasuk dokter umum dan dokter gigi.

“Pelayanan ini bisa diakses di puskesmas maupun di posyandu,” lanjutnya.

Apabila ditemukan indikasi penyakit, pasien akan diberikan rujukan untuk penanganan lanjutan.

“Jika dirujuk dan memiliki BPJS aktif, maka pelayanan lanjutan bisa didapatkan secara gratis,” tutup Wahyuni.

Dengan adanya sosialisasi CKG yang terintegrasi dengan inovasi digital dari peserta Latsar CPNS, diharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.