Diduga Curi Buah Matoa, Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat
Muliadi Gani April 08, 2026 01:54 PM

 

 

PROHABA.CO, MEDAN - Seorang pria bernama Dodi Muhammad (30) ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga mencuri buah matoa di pekarangan rumah warga.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Nahkoda Sulaiman, Lingkungan V, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (6/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kronologi Kejadian

Korban ditemukan terbaring di tanah dengan kondisi wajah babak belur dan kedua tangan terikat ke belakang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pagar besi besar berwarna kuning di rumah tersebut tertutup rapat, sementara garis polisi (police line) sudah terpasang di area pekarangan.

Lokasi itu diduga menjadi tempat penyekapan sekaligus penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia.

Warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan aksi penganiayaan berlangsung, meskipun jarak rumah penduduk cukup dekat dengan lokasi kejadian.

Baca juga: Kejati Aceh Tahan Tersangka Baru Korupsi Beasiswa Aceh, Tagihan Fiktif Rugikan Negara Rp14 Miliar

Baca juga: Bripda MS Ditahan, Diduga Terlibat Penganiayaan Pelajar hingga Tewas di Maluku Tenggara

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya bahkan menunjukkan dokumentasi kondisi korban dengan luka parah di sekujur tubuh.

Menurut kesaksian warga, wajah korban tampak bengkak akibat hantaman benda tumpul atau mungkin dihajar habis-habisan, sementara tangan, badan, dan kaki juga mengalami luka serius, ucapnya Selasa (7/4/2026).

Kondisi luka-luka yang dialami korban semakin jelas terlihat saat jenazahnya dimandikan dan menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Medan.

Korban dilaporkan sudah tidak bernyawa ketika dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Jenazah Dodi Muhammad kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Lorong 3 Mesjid, Lingkungan X, Kelurahan Sei Mati.

Setelah disemayamkan, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Aparat kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas kasus ini, mengingat pentingnya penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga: Kerja Senyap Berbuah Prestasi, Ridwan Salihin Jadi Best Employee PT MPG

Baca juga: Diduga Rekayasa BAP dari Penganiayaan Jadi Narkoba, Propam Periksa Penyidik Polsek Cilandak

Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Penjualan Bayi di Medan, Pasutri Jadi Agen Tiga Kali, Enam Orang Ditangkap

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.