BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pembangunan ruang kelas baru SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, yang sebelumnya dijanjikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin terancam gagal terwujud.
Ruang kelas baru yang semula sudah akan dibangun kini masih dipertimbangkan kelanjutannya sebab terkendala kepemilikan lahan.
Tampak terlihat lahan yang rencananya dibuat untuk ruangan belajar siswa saat ini masih kosong, ditutupi seng di sekelilingnya.
Ketika proses pembangunan 2025, proyek ruang belajar itu molor hingga berujung pemutusan kontrak hingga blacklist ke pihak kontraktor.
Baca juga: Proyek SDN Pengambangan 5 Banjarmasin Masih Mangkrak, Kerap Tergenang karena Drainase Tertutup
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama kala itu menyebut pembangunan ruang kelas baru akan dilanjutkan di 2026, dengan pengajuan anggaran terlebih dahulu.
Namun saat ini, tampaknya Disdik mempertimbangkan opsi lain untuk pembangunan gedung sekolah yang masuk dalam proyek rehabilitasi sekolah secara total setiap tahun.
Ia mengatakan 10 sekolah yang diprioritaskan untuk rehabilitasi total, adalah sekolah yang berdiri di atas lahan milik Pemko.
Sementara SDN Pengambangan 5 yang berlokasi di Jalan Veteran itu dibangun bukan di atas aset Pemko.
"Kami akan pertimbangkan nanti akan digabung ke SD lain yang terdekat untuk diperbesar. Karena lahan di Pengambangan 5 itu sudah terbatas, untuk dikembangkan kelihatannya tidak memungkinkan," papar Ryan, Rabu (8/4/2026).
Kondisi SDN Pengambangan 5 yang sudah penuh dan sempit ditambah berdiri bukan di atas aset Pemko, menurutnya akan disayangkan anggaran digelontorkan untuk pembangunan di sana.
Belanja modal untuk rehabilitasi sekolah total dipaparkannya cukup besar, sebab itu ia lebih mempertimbangkan untuk melakukan regrouping sekolah yang terdekat.
Usai digabung akan mudah untuk dilakukan pembangunan atau rehabilitasi total.
"Tapi ini masih opsi, nanti dilihat lagi seperti apa sebaiknya," tutupnya.
Baca juga: Tunggu Arahan LLDikti, Uniska MAB Banjarmasin Siapkan Skema PJJ 30 Persen
Sebelumnya, Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia mengatakan memanfaatkan ruang yang ada untuk belajar-mengajar karena kekurangan ruang kelas, yakni perpustakaan dan ruang kepala sekolah sebagai ruang kelas sementara.
Pihak sekolah berharap pembangunan ruang kelas tersebut dapat dilanjutkan secepatnya. Menurut dia, tambahan ruang belajar sangat dibutuhkan demi menunjang proses pendidikan di sekolah yang jumlah siswanya hampir 400 orang.
"Harapannya bisa secepatnya dibangunkan kembali kami sangat membutuhkan ruang kelas," harapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)