Sosok Suyoto Dirut PDAM Madiun yang Rumahnya Digeledah KPK Terkait Kasus Korupsi Wali Kota Maidi
Putra Dewangga Candra Seta April 08, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan penggeledahan di wilayah Kota Madiun.

Kali ini, tim antirasuah menyasar kediaman Direktur Utama PDAM Kota Madiun, Suyoto, pada Rabu (8/4/2026).

Rumah yang berlokasi di Jalan Mangkuprajan I, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman tersebut digeledah selama beberapa jam dalam pengamanan tertutup.

Penggeledahan Hampir Lima Jam

Berdasarkan pantauan di lapangan, tim penyidik mulai tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan baru meninggalkan lokasi pada pukul 13.45 WIB.

Dengan demikian, proses penggeledahan berlangsung hampir lima jam.

Sejumlah kendaraan operasional terlihat berada di depan rumah selama kegiatan berlangsung, termasuk empat unit mobil jenis Toyota Innova.

Sementara itu, Suyoto tampak berada di lokasi dan mendampingi penyidik selama proses berlangsung di dalam rumahnya.

GELEDAH - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Madiun, Suyoto,  di Jalan Mangkuprajan I, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (8/4/2026). Penggeledahan tersebut diduga merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret Wali Kota Madiun, Maidi.
GELEDAH - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Madiun, Suyoto,  di Jalan Mangkuprajan I, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (8/4/2026). Penggeledahan tersebut diduga merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret Wali Kota Madiun, Maidi. (Surya.co.id/singgih IT)

Menariknya, di tengah rangkaian penggeledahan, aktivitas sempat terhenti sejenak untuk pelaksanaan salat Zuhur berjemaah.

Suyoto bahkan diketahui menjadi imam dalam ibadah tersebut di masjid yang berada tepat di depan kediamannya.

Penyidik Bawa Dua Koper dari Lokasi

Usai penggeledahan, tim penyidik terlihat keluar dengan membawa dua koper dari dalam rumah.

Namun, belum diketahui secara pasti isi dari barang-barang yang diamankan tersebut.

Suyoto enggan memberikan penjelasan rinci terkait kegiatan penyidik di kediamannya.

"(Penyidik KPK) sekadar berkunjung. Lain-lain monggo ditanyakan langsung ke KPK," ujar Suyoto singkat kepada awak media.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Madiun Terkait Kasus Korupsi Wali Kota Maidi

Saat ditanya lebih lanjut mengenai waktu kedatangan maupun jumlah personel penyidik, ia mengaku tidak menghitungnya.

Ia hanya menyebut bahwa kedatangan penyidik berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani KPK di Kota Madiun.

Diduga Berkaitan Kasus Wali Kota Madiun Maidi

Penggeledahan ini diduga merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret Wali Kota Madiun, Maidi.

Dalam perkara tersebut, Maidi diduga melakukan praktik pemerasan melalui mekanisme fee proyek serta pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain itu, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lain, yakni Rochim Ruhdiyanto dan Thariq Megah.

KPK Lakukan Penggeledahan Maraton di Madiun

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya rangkaian penggeledahan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi di Kota Madiun dalam beberapa hari terakhir.

"Penggeledahan diawali pada Senin (6/4/2026) di rumah Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun. Selanjutnya pada Selasa (7/4/2026), penyidik menggeledah rumah dua pihak swasta yang diduga terkait perkara tersebut," tulis Budi.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa perangkat elektronik dan dokumen.

Barang-barang itu diduga berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dengan modus fee proyek, dana CSR, serta penerimaan lain atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Fokus Penelusuran Aliran Dana dan Bukti Elektronik

Penggeledahan yang dilakukan KPK ini menjadi bagian dari upaya memperkuat alat bukti dalam kasus yang tengah bergulir.

Penelusuran dokumen serta perangkat elektronik dinilai krusial untuk mengungkap aliran dana maupun pihak-pihak yang terlibat.

KPK hingga kini masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut terseret dalam pusaran kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Sosok Suyoto

Suyoto merupakan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Taman Sari Kota Madiun yang mulai menjabat sejak 15 Juli 2021.

Ia berasal dari kalangan birokrat, dengan latar belakang sebagai mantan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Staf Ahli bidang pemerintahan, hukum, dan politik di Setda Kota Madiun.

Tak lama setelah pensiun pada 30 Juni 2021, Suyoto mengikuti proses seleksi dan terpilih memimpin PDAM Kota Madiun. Ia juga tercatat sebagai alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebagai Dirut, Suyoto memimpin Perumda Air Minum Tirta Taman Sari dalam upaya meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Kota Madiun.

Di bawah kepemimpinannya, PDAM didorong untuk tidak hanya fokus pada pelayanan dasar, tetapi juga mengembangkan potensi usaha seperti produksi air minum dalam kemasan.

Ia juga mengemban target untuk meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperluas cakupan layanan air hingga mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat kota.

Dalam menjalankan tugasnya, Suyoto menitikberatkan pada konsolidasi internal, penataan sumber daya manusia, serta penguatan inovasi bisnis.

Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial, termasuk mendorong perlindungan pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, masa kepemimpinannya tidak lepas dari sorotan. Suyoto pernah memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu, mulai dari sistem meteran air pelanggan hingga rekrutmen pegawai di internal PDAM.

Pada 2025, ia juga sempat dipanggil oleh Kejaksaan untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran dalam pembagian jasa produksi dan tantiem direksi, yang saat itu masih dalam tahap penyelidikan.

Secara keseluruhan, Suyoto dikenal sebagai figur birokrat yang bertransformasi menjadi pimpinan BUMD dengan fokus pada peningkatan layanan publik dan pengembangan bisnis perusahaan, meski diwarnai sejumlah tantangan dan isu selama masa jabatannya.(Sofyan Arif Candra/Putra Dewangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.