BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Satu per satu senjata api (senpi) milik anggota diperiksa di lapangan apel Mapolres Tanalaut (Tala), Rabu (8/4/2026) pagi.
Pemeriksaan mendadak ini menjadi penegasan bahwa penggunaan senpi di tubuh Polri tak boleh main-main—harus disiplin, terukur, dan sesuai aturan.
Pemeriksaan dilakukan tim Bidpropam Polda Kalimantan Selatan yang dipimpin Kompol Avan Suligi selaku Kaurgakkum Subbidprovos.
Fokusnya tak hanya pada kondisi fisik senjata, tapi juga kelengkapan administrasi serta kesesuaian penggunaan di lapangan.
Setiap personel pemegang senpi diperiksa detail, mulai dari izin hingga kelayakan senjata.
Baca juga: Kebun Terendam dan Akses Lumpuh, Puluhan Warga Bukitmulya Tanahlaut Kembali Demo Hauling Tambang
Baca juga: BREAKING NEWS- Kecelakaan Maut di Bundaran Palam Banjarbaru, Mahasiswi UIN Antasari Meninggal
Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan internal untuk mencegah potensi penyalahgunaan sekaligus memastikan profesionalisme anggota tetap terjaga.
Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan menyebut kegiatan ini sebagai upaya penting menjaga standar penggunaan senjata api di lingkungan kepolisian.
“Ini bentuk pengendalian internal agar tiap anggota yang memegang senpi benar-benar memenuhi syarat dan mampu menggunakannya secara profesional serta sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan sesaat. Polres Tanahlaut berkomitmen melakukan kontrol berkelanjutan demi mencegah pelanggaran dan menjaga kepercayaan publik.
Di sisi lain, warga berharap kegiatan serupa rutin dilakukan dan tidak hanya bersifat insidental.
Yusuf, warga Pelaihari, menilai pemeriksaan senpi penting untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
“Pengawasan seperti bagus sekali dan hendaknya dipersering dilakukan,” ujarnya.
Senada, Zainal, warga Pelaihari, berharap ketegasan dalam pengawasan senpi benar-benar diterapkan tanpa kompromi.
“Senpi itu sensitif. Harapan kami, penggunaannya diawasi ketat dan kalau ada pelanggaran ditindak tegas,” katanya.
Pemeriksaan ini menjadi pengingat bahwa di balik kewenangan membawa senjata, ada tanggung jawab besar yang harus dijaga—bukan hanya oleh aparat, tetapi juga melalui pengawasan berlapis demi keamanan bersama.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)