Pengertian Hadits Arbain, Hadits Arbain Nawawi, Keutamaan Mempelajarinya Lengkap Contoh Hadits
Lisma Noviani April 08, 2026 05:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM --Sering kali kita mendengar atau membaca tentang istilah hadits arbain.  Apa yang dimaksud hadits Arbain? Apa pula maksud hadits arbain Nawawi. 

Bagaimana sejarah asal usul hadits arbain dan apa saja keutamaan mempelajarinya. Berikut penjelasannya. 

Pengertian Hadits Arbain

Hadits adalah setiap perkataan, perbuatan, atau ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hadits berfungsi menjelaskan, merinci, dan menyempurnakan ajaran yang disebutkan secara umum dalam Al-Qur'an. 

Arbain artinya adalah 40 (empat puluh)

Secara istilah Hadits Arbain secara istilah adalah kumpulan 40 hadits Nabi ﷺ yang disusun oleh seorang ulama untuk merangkum ajaran Islam secara ringkas namun padat.

Banyak ulama menyusun kitab 40 hadits, tapi hadits arbain yang paling populer adalah hadits arbain nawawi, yaitu kitab hadits karya ulama terkenal Imam Nawawi (wafat 676 H).

Hadits Arbain dari Imam Nawawi terdapat dalam kitab yng disebut Arbaîn Nawawiyah yang memuat sekumpulan hadits namun sanadnya tidak disebut secara lengkap dan disandarkan kepada penulis kitab primer semisal al-Bukhâri dan lain-lain. 

Kitab Arbaîn Nawawiyah Meski bernama Arba’în (berarti 40), kitab ini tak memuat  hadits dengan jumlah persis 40, melainkan 42 hadits. 

Hadits Arbain disusun bertujuan untuk memudahkan umat dalam memahami agama. Isinya mencakup dasar dasar kehidupan seorang muslim.


Ciri Khas Hadits Arbain Nawawi

Haditsnya ringkas tapi dalam makna, banyak disebut sebagai “pokok agama” (jawami‘ al-kalim).

Hadits arbain Nawawi mayoritas berasal dari: Sahih Bukhari; Sahih Muslim

Contoh Hadits Arbain


1. Hadits Niat (Hadits ke-1)

Arab:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya...”
(HR. Bukhari & Muslim)

Makna:  Semua amal dinilai dari niat Niat menentukan diterima atau tidaknya ibadah


2. Hadits tentang Islam, Iman, dan Ihsan

(Hadits Jibril)

Intinya:

Islam: syahadat, shalat, zakat, puasa, haji Iman: percaya kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, takdir
Ihsan: beribadah seakan-akan melihat Allah

3. Hadits Larangan Marah

“Jangan marah.” (diulang beberapa kali)

Makna: Mengendalikan emosi adalah kunci akhlak mulia

Hadits-hadits Arbain Nawawi berkaitan dengan pilar-pilar dalam agama Islam baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya.  

 Hadits-hadits dalam Arbaîn Nawawiyah merupakan landasan atau fondasi dalam agama Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa ajaran Islam, atau setengahnya, atau sepertiganya berlandaskan pada hadits-hadits dalam kitab ini (Imam an-Nawawi, al-Arba’în an-Nawawiyah, Beirut: Dar el-Minhaj, cetakan pertama, 2009, h. 44).   

KEUTAMAAN MEMPELAJARI HADITS ARBAIN 

Dikutip dari laman nu.or.id Imam Nawawi termotivasi dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Abu Darda,Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abu Hurairah, dan Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhum, dari banyak jalur riwayat yang berbeda-beda:

  أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "من حفظ على أمتي أربعين حديثاً من أمر دينهابعثه الله يوم القيامة في زمرة الفقهاء والعلماء" وفي رواية: "بعثه الله فقيها عالما،" وفي رواية أبي الدرداء: "وكنت له يوم القيامة شافعا وشهيدا". وفي رواية ابن مسعود: قيل له: "ادخل من أي أبوب الجنة شئت" وفي رواية ابن عمر "كُتِب في زمرة العلماء وحشر في زمرة الشهداء"  

Artinya:

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa pun di antara umatku yang menghafal empat puluh hadits terkait perkara agamanya, maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat bersama golongan fuqaha dan ulama.”


 Dalam riwayat lain: “Allah akan membangkitkannya sebagai seorang yang faqih dan ‘alim.” Dalam riwayat Abu ad-Dardâ: “Maka aku menjadi penolong dan saksi baginya pada hari kiamat nanti.” 

Dalam riwayat Ibnu Mas’ud: “Dikatakan kepadanya: masuklah kau ke surga melalui pintu mana saja yang kamu kehendaki.”

 Dalam riwayat Ibnu Umar: “Dia dicatat sebagai golongan ulama dan dikumpulkan pada golongan orang-orang yang syahid.”   

Imam Nawawi menyebutkan dalam mukadimah kitab ini bahwa hadits yang beliau jadikan landasan di atas statusnya dha’if (lemah) meski jalur periwayatannya banyak. 

Kendati demikian hadits dha’if tetap bisa diamalkan dalam keutamaan-keutamaan (fadhâil al-a’mâl) selama itu tidak parah dha’ifnya (Dr. Mahmûd at-Thahhân, Taysîr Mushthalah al-Hadīts, Toko Kitab al-Hidayah, Surabaya, h. 66).  


Sebelum Imam An-Nawawi menulis kitab ini, sebelumnya sudah banyak para ulama yang menyusun kitab serupa, sebagaimana dituturkan oleh beliau sendiri dalam mukadimah kitabnya. 

Di antara para ulama yang menyusun kitab serupa adalah Abdullah bin Mubarak, Muhammad bin Aslam ath-Thûsi, Hasan bin Sufyan an-Nasâ’i, Abu Bakr Al-Ajiri, Abu Bakar Muhammad bin Ibrahim al-Ashfihani, Dâruquthni, al-Hâkim, Abu Nu’aim, Abu Abdurrahman as-Sulami, Abu Sa’îd Al-Mâlîni, Abu Utsman Ash-Shâbûni, Abdullah bin Muhammad al-Anshâri, al-Baihaqi, dan masih banyak yang lainnya.   

Barangkali kita bertanya-tanya, apa sebenarnya motivasi atau maksud Imam an-Nawawi memilih jumlah 40? Ibnu Daqîq menjelaskan dalam kitabnya, Syarh al-Arba’în an-Nawawiyah,

“Hikmah pengkhususan bilangan 40 adalah, karena bilangan 40 merupakan bilang pertama (dalam hadits) yang mempunyai ¼ (seperempat) dari 10 (sepuluh), sebagaimana disebutkan dalam hadits zakat yang harus dizakatkan adalah ¼ (seperempat) dari 10, yaitu 2,5 persen. Demikian juga mengamalkan ¼ seperempat dari 40 hadits akan menjadi perwakilan pengamalan hadits lainnya.” 

Bisyr al-Hâfi rahimahullah pernah berkata: “Wahai ahlul hadits, amalkanlah setiap satu dari 40 hadits yang ada” (Ibn Daqîq, Syarh al-Arba’în an-Nawawiyah, Muassasah ar-Rayyân, cetakan ke-6, 2003, h. 17)  

Kitab Hadits Arbain Nawawi sangat cocok dipelajari bagi semua kalangan, terkhusus bagi yang belum mendalami ilmu hadits dirâyah sehingga tidak perlu repot menelusuri kualitas hadits-haditsnya.

Sebab kebanyakan hadits di dalam Arba’în Nawawi dinukil dari Shahîh al-Bukhâri dan Muslim, serta sanad yang tidak disertakan secara lengkap akan memudahkan orang-orang yang hendak menghafalnya.  

Demikian Pengertian Hadits Arbain, Hadits Arbain Nawawi, Keutamaan Mempelajarinya Lengkap Contoh Hadits. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Hadits Adab Menguap, Penyebab Menguap Menurut Islam dan dari Sisi Kesehatan, Cara Mengatasinya

Baca juga: Hadits Tiga Wasiat Rasulullah SAW Tentang Sholat, Menjaga Lisan dan Qonaah, Tulisan Arab dan Arti 

Baca juga: Pengertian Hadits Shahih, Hadits Hasan, Hadits Dhaif, Hadits Maudhu, Hadits Berdasarkan Kualitasnya

Baca juga: 4 Kedudukan Anak dalam Alquran, Kebanggaan, Penyejuk Hati, Fitnah hingga Musuh, Tanggung Jawab Ortu

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.