Cerita Ayah Siswa Tewas di SMPN 2 Sumberlawang Sragen, Maryono: Tahu dari Saudara
Ryantono Puji Santoso April 08, 2026 06:32 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Hati orang tua mana yang tak hancur saat tiba-tiba melihat anaknya meninggal dunia.

Hal ini dirasakan orang tua WAP, korban dugaan penganiayaan di SMPN 2 Sumberlawang, Sragen.

Maryono (43) mengaku kaget melihat kondisi anaknya di puskesmas.

Ia menceritakan awal mula mendapat kabar soal anaknya tersebut.

"Pertama kali saya dengar dari saudara, saudara saya mengajak langsung ke puskesmas. Lalu, setelah sampai puskesmas, saya ditemani guru dan diantar ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dan melihat anak saya sudah meninggal dunia," kata Maryono kepada TribunSolo.com saat ditemui di rumah duka, Dukuh Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (8/4/2026).

WAP merupakan pelajar kelas VIII SMPN 2 Sumberlawang.

Ia tewas di kamar mandi dan diduga menjadi korban kekerasan oleh DTP, Selasa (7/4/2026).

Hingga Rabu (8/4/2026), keluarga pelaku belum menemui keluarga korban.

"Pihak tersangka belum ada yang datang ke sini dan menemui saya maupun keluarga saya," kata Maryono.

AYAH KORBAN - Maryono (43), ayah WAP, pelajar kelas VIII SMPN 2 Sumberlawang yang tewas diduga menjadi korban perkelahian di kamar mandi sekolah, saat ditemui TribunSolo.com, di rumah duka, Dukuh Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (8/4/2026). Ia menceritakan  kronologi tragis yang menimpa anaknya.
AYAH KORBAN - Maryono (43), ayah WAP, pelajar kelas VIII SMPN 2 Sumberlawang yang tewas diduga menjadi korban perkelahian di kamar mandi sekolah, saat ditemui TribunSolo.com, di rumah duka, Dukuh Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (8/4/2026). Ia menceritakan kronologi tragis yang menimpa anaknya. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Maryono mengaku awalnya diminta saudaranya ke Puskesmas Sumberlawang.

Saat itu, Maryono belum mengetahui soal kabar meninggalnya anaknya.

"Pertama kali saya dengar dari saudara, saudara saya mengajak langsung ke puskesmas. Lalu, setelah sampai puskesmas, saya ditemani guru dan diantar ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dan melihat anak saya sudah meninggal dunia," kata Maryono.

Maryono mengatakan, saat tiba di kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, ia melihat tubuh anaknya sudah terbujur kaku.

Ia mengaku melihat ada luka di dahi dan bibir bawah korban.

"Kami berharap ini bisa diproses secara hukum," tegas Maryono.

Dikenal Anak Baik

Sosok siswa SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, yang meninggal dunia setelah didorong temannya di kamar mandi sekolah dikenal sebagai anak baik.

Korban adalah WAP.

Ia meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).

Tetangga korban, Jaiman (57), mengungkap sosok WAP.

Selama bergaul dengan warga, WAP dikenal sebagai anak yang baik dan tidak aneh-aneh.

Jaiman mengatakan, rencana pemakaman korban akan dilangsungkan malam ini.

"Pemakaman menunggu jenazah dari RSUD Sragen," kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (7/4/2026).

Ia mengatakan, orang tua korban berprofesi sebagai petani.

Jenazah WAP akan dimakamkan di Pemakaman Dusun Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

Hingga pukul 20.00 WIB malam ini, jenazah WAP masih berada di RSUD Sragen.

RUMAH DUKA. Suasana rumah duka siswa SMPN 2 Sumberlawang yang meninggal dunia didorong temannya di sekolah, Selasa (7/4/2026). Jenazah masih di RSUD Sragen.
RUMAH DUKA. Suasana rumah duka siswa SMPN 2 Sumberlawang yang meninggal dunia didorong temannya di sekolah, Selasa (7/4/2026). Jenazah masih di RSUD Sragen. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Pelaku Disebut Syok

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen, buka suara soal insiden maut di sekolahnya.

Kejadian ini disebut terjadi di kamar mandi sekolah pada Selasa (7/4/2026).

Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, mengatakan pelaku dan korban masih satu angkatan.

Agung mengungkapkan, pelaku juga syok dengan kejadian tersebut.

Ia tidak menyangka aksinya membuat rekannya meninggal dunia.

"Saat reka ulang, pelaku sampai tidak bisa berbicara," kata dia.

Kronologi Kejadian

Agung mengungkapkan awal mula kejadian tersebut.

Ia mengatakan, awalnya ada dua siswa yang saling bercanda.

Namun, candaan tersebut berubah menjadi aksi saling ejek.

"Awalnya saling bercanda, lalu pelaku mendorong korban hingga terjatuh," kata Agung kepada TribunSolo.com, Selasa (7/4/2026).

Setelah didorong, dahi korban terbentur siku selokan di depan kamar mandi.

Korban kemudian tidak sadarkan diri.

Baca juga: Pemakaman Siswa SMPN 2 Sumberlawang Digelar Malam Ini, Jenazah Masih di RSUD Sragen

"Kemudian dibawa ke puskesmas dan dinyatakan meninggal dunia," kata dia.

Kabar ini telah dibenarkan oleh Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji.

Sudarmaji bersama pihaknya saat ini tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Iya benar, mohon maaf masih olah TKP," ujarnya, ketika dihubungi TribunSolo.com. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.